LombokPost – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram menggelar Survei Volume dan Komposisi Lalu Lintas di empat simpang utama pada 13–14 Agustus 2025.
Survei ini dilakukan untuk mendapatkan data riil terkait kemacetan yang semakin nyata di kota.
“Untuk menyelesaikan kemacetan dan menata lalu lintas yang efektif, kita tidak bisa bekerja dengan asumsi,” kata Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, Selasa (9/9).
Ia menyebut, survei ini ibarat pemeriksaan kesehatan bagi sistem transportasi.
“Survei ini ibarat check-up kesehatan untuk sistem transportasi kota,” imbuhnya.
Empat simpang yang menjadi fokus adalah Simpang Cakranegara, Simpang Sangkareang, Simpang Taman Baru, serta Simpang Tiga Batu Bolong hingga Jalan Bandarsraya.
“Titik-titik ini dipilih karena dikenal padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore,” jelasnya.
Penghitungan dilakukan secara manual oleh petugas Dishub di lapangan.
“Data dicatat pada jam sibuk maupun jam lengang, sehingga memberikan gambaran fluktuasi yang utuh,” terangnya.
Zulkarwin menambahkan, pendekatan manual masih relevan.
“Data primer ini bisa dipadukan dengan teknologi analisis lalu lintas. Hasilnya akan menjadi dasar simulasi kebijakan berbasis data, bukan sekadar asumsi,” ujarnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin