Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dishub Mataram Gelar Survei Volume Lalu Lintas di Empat Simpang Jadi Fokus, Ungkap Lima Tujuan Strategis Survei

Lombok Post Online • Rabu, 10 September 2025 | 10:14 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Kota Mataram kian padat. Pertumbuhan kendaraan bermotor dari tahun ke tahun membuat masalah kemacetan semakin nyata, terutama di kawasan simpang padat.

Menyadari kondisi ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram telah mengambil langkah strategis.

Dengan menggelar Survei Volume dan Komposisi Lalu Lintas di empat simpang utama pada 13–14 Agustus 2025.

“Untuk menyelesaikan kemacetan dan menata lalu lintas yang efektif, kita tidak bisa bekerja dengan asumsi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin, Selasa (9/9).

Dishub butuh data yang riil, detail, dan terukur. “Survei ini ibarat check-up kesehatan untuk sistem transportasi kota,” imbuhnya.

Survei dilakukan di empat titik simpang strategis: Simpang Cakranegara, Simpang Sangkareang, Simpang Taman Baru, serta Simpang Tiga Batu Bolong hingga Jalan Bandarsraya.

 Baca Juga: Dishub Mataram Survei 4 Simpang Padat, Data Jadi Senjata Atasi Macet

Empat titik ini dipilih karena selama ini dikenal sebagai kawasan dengan kepadatan tinggi. “Terutama pada jam sibuk pagi dan sore,” terangnya.

Dishub menilai data arus lalu lintas di titik-titik ini krusial untuk memahami pola pergerakan kendaraan, baik roda dua, roda empat, maupun kendaraan berat. “Kalau kita hanya mengandalkan keluhan masyarakat atau pengamatan sesaat, hasilnya bisa bias,” ujarnya.

Penghitungan dilakukan secara manual oleh tim surveyor Dishub. Mereka ditempatkan di setiap simpang menghitung volume kendaraan berdasarkan jenis dan arah pergerakan.

 Baca Juga: Rayakan HUT RI, Dishub Mataram Putar Lagu Perjuangan di 14 Titik Lampu Merah

“Data dicatat pada jam sibuk atau peak hour maupun jam lengang, sehingga memberikan gambaran fluktuasi yang utuh,” jelasnya.

Zulkarwin menegaskan, pendekatan manual tetap relevan karena menghasilkan data primer yang bisa dipadukan dengan teknologi analisis lalu lintas. Pihaknya ingin memastikan setiap angka yang masuk benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

“Dari situ bisa dibuat simulasi kebijakan berbasis data, bukan sekadar asumsi,” katanya.

Dishub merinci lima sasaran penting dari kegiatan ini: Pemetaan Pola Arus untuk Kendaraan Menggambarkan fluktuasi kendaraan per jenis dan arah pada jam sibuk dan lengang; Identifikasi Titik Kemacetan untuk memetakan bottleneck yang sering menyebabkan arus tersendat.

Berikutnya, Optimasi Traffic Light, menggunakan data untuk menyesuaikan durasi lampu lalu lintas agar lebih efisien, mengurangi waktu tunggu yang tidak perlu; Rencana Rambu Lalu Lintas, merancang ulang atau menambah rambu peringatan, larangan, maupun petunjuk.

 

DATA LAPANGAN: Pencatatan arus kendaraan di simpang strategis Kota Mataram, bagian dari survei Dishub untuk optimasi lampu lalu lintas dan rencana tata transportasi.
DATA LAPANGAN: Pencatatan arus kendaraan di simpang strategis Kota Mataram, bagian dari survei Dishub untuk optimasi lampu lalu lintas dan rencana tata transportasi.

“Dan, Evaluasi dan Perencanaan Jangka Panjang, sebagai bahan pendukung pembangunan infrastruktur transportasi ke depan, seperti pelebaran jalan, underpass, atau rekayasa lalu lintas lainnya,” paparnya.

Bagi Dishub, survei ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun kebijakan lalu lintas berbasis data (evidence-based policy). Tanpa data, kebijakan transportasi berisiko reaktif dan tidak tepat sasaran.

“Hasil survei ini menjadi diagnosis yang akurat,” tekannya.

Dari diagnosis itulah pihaknya bisa menentukan resep yang benar, apakah butuh rekayasa simpang. “Penyesuaian lampu lalu lintas atau pembangunan infrastruktur baru,” ujar Zulkarwin.

 Baca Juga: Dishub Mataram Gencar Gembok Kendaraan Serobot Jalur Sepeda, Langkah Persuasif Dikedepankan

Selama dua hari kegiatan, Dishub meminta pengertian pengguna jalan yang melintas di lokasi survei. Petugas tetap menyiapkan rambu-rambu pengatur lalu lintas agar aktivitas survei tidak menimbulkan gangguan berarti.

Namun Zulkarwin menekankan, partisipasi masyarakat tidak berhenti pada kegiatan survei semata. Pihaknya berharap dukungan masyarakat juga diwujudkan lewat disiplin berlalu lintas, mematuhi aturan, dan ikut menjaga kelancaran jalan.

“Pada akhirnya semua ini untuk kenyamanan bersama,” pungkasnya. (zad/r9)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Simpang #survei #Lalu Lintas #Mataram #Dishub