Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Beri Peringatan Keras, ASN Dilarang Pamer Kemewahan di Medsos

Lombok Post Online • Rabu, 10 September 2025 | 08:59 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, melontarkan peringatan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Mataram: jangan sekali-kali memamerkan kemewahan di media sosial.

Peringatan itu disampaikan sebagai bentuk penegasan terhadap arahan Menteri Dalam Negeri terkait etika aparatur di era digital.

Menurut Mohan, ASN tidak memiliki alasan sedikit pun mempertontonkan gaya hidup mewah yang justru dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

“Di Kota Mataram tidak ada yang flexing. Apa yang mau kita pertontonkan?” tekannya, Senin (8/9).

Menurutnya, tidak ada hal material yang perlu dibanggakan lalu ditunjukkan ke orang lain. “Jadi mari kita saling mengingatkan agar tidak terjebak pada hal-hal semacam itu,” ujarnya dengan nada serius.

Fenomena flexing di media sosial belakangan sering menjadi sorotan publik. Perilaku itu bukan hanya tidak pantas, juga merusak citra ASN yang seharusnya mengedepankan integritas, profesionalitas, dan kesederhanaan.

 Baca Juga: Wali Kota Mohan Larang ASN Pamer Kemewahan di Medsos: Apa yang Mau Dipertontonkan?

“ASN adalah teladan,” tekannya.

Jika yang ditampilkan gaya hidup mewah, maka pesan yang sampai ke masyarakat bisa keliru. “Padahal tugas ASN melayani, bukan memamerkan,” katanya.

Mohan mengingatkan, dalam konteks Mataram yang beragam dan majemuk, sensitivitas sosial masyarakat semakin tinggi. Pertunjukan gaya hidup di ruang digital, walau terlihat sepele, bisa memicu rasa iri, kecemburuan, bahkan ketidakpercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

 Baca Juga: Mohan Sebut Perpindahan Hal Biasa, Yakin SDM Mataram Melimpah

Selain menyinggung soal larangan flexing, ASN diminta bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, media sosial sering kali menjadi ruang yang menggiring persepsi publik.

Satu komentar sembrono atau kalimat yang ditulis sambil lalu bisa memantik kontroversi luas. “Belajar dari peristiwa yang kemarin, semua kita, bukan hanya pejabat publik atau politisi, termasuk ASN, perlu merenungi dan mengambil hikmah,” ucapnya menyinggung peristiwa demo besar-besaran yang terjadi beberapa hari lalu.

Ia menekankan, ASN jangan sampai terjebak dalam isu-isu di luar tupoksinya. “Tunjukkan intelektualitas kita, tunjukkan kemapanan berpikir, dan nalar sehat kita sebagai ASN,” ujarnya.

Mohan menyebut, di era digital saat ini medan pertarungan bukan lagi sebatas fisik, melainkan di ranah persepsi. Karena itu, ASN dituntut mampu menjaga marwahnya dengan berhati-hati dalam bertutur, menulis, maupun bersikap di ruang publik.

 

KHUSYUK: ASN Lingkup Pemkot Mataram tengah berdoa untuk kebaikan bangsa, Senin (8/9).
KHUSYUK: ASN Lingkup Pemkot Mataram tengah berdoa untuk kebaikan bangsa, Senin (8/9).

“Zaman sekarang medan tempur ada di pikiran. Persepsi mudah sekali digiring melalui tulisan di media sosial, sehingga kejernihan berpikir menjadi sangat penting,” tegasnya. (zad/r9)

Editor : Jelo Sangaji
#media sosial #wali kota #kemewahan #Mataram #Mohan Roliskana #mohan