LombokPost – Warga Pondok Prasi yang direlokasi ke Rusunawa Bintaro kini bisa bernapas lega. Dengan KTP dan KK baru, akses layanan publik kembali terbuka tanpa hambatan.
“Dulu kami bingung soal alamat,” kata Kartini, salah satu warga, Senin (22/9).
Ia menuturkan, anak-anak sulit mendaftar sekolah, sementara keluarga kesulitan mengurus BPJS sebelum ada kejelasan dokumen kependudukan. “Sekarang anak-anak bisa sekolah lagi,” ujarnya.
Langkah cepat Dukcapil Kota Mataram mencetak ulang KTP, KK, hingga akta kelahiran memberi kepastian hukum bagi sedikitnya 25 kepala keluarga terdampak. Semua dokumen dicetak sesuai alamat baru.
Menurut Kepala Dukcapil, Dr. H. Mansur, dokumen kependudukan adalah fondasi penting. “Dengan dokumen lengkap, warga bebas urusan birokrasi,” katanya.
Selain menjamin akses layanan, dokumen sah juga membuka peluang warga menerima bantuan sosial. Identitas yang jelas menjadi syarat mutlak untuk mengakses berbagai program pemerintah.
“Relokasi tidak boleh membuat warga kehilangan hak administratif,” tegas Mansur. Ia menyebut kehadiran Dukcapil adalah bentuk nyata kehadiran negara di masa sulit.
Bagi pemerintah kota, relokasi bukan sekadar memindahkan keluarga, tetapi memulihkan harkat hidup mereka. Administrasi yang sah menjadi penopang kehidupan sosial di tempat baru.
Kini, warga Rusunawa Bintaro perlahan bangkit. Dari kamar sederhana yang lebih layak, mereka menata kehidupan dengan kepastian identitas yang kembali menyertai.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin