LombokPost – Bidang Penelitian BRIDA Kota Mataram mengukir langkah baru. Untuk pertama kalinya, mereka menjaring puluhan karya tulis ilmiah tingkat SMA/SMK se-Kota Mataram.
“Kami berupaya menjaring sebanyak-banyaknya karya tulis ilmiah remaja sekolah,” kata Kepala Bidang Penelitian BRIDA Kota Mataram, Syainic Handayani, Kamis (25/9).
Ide ini lahir sejak awal tahun. Tujuannya, menguji daya kritis siswa dan menumbuhkan minat riset sejak bangku sekolah menengah.
Semula muncul kekhawatiran soal kewenangan sekolah yang berada di provinsi. Namun antusiasme peserta melampaui ekspektasi panitia.
Selama Mei hingga Agustus, panitia menerima 48 naskah ilmiah. Seleksi berlapis memangkasnya menjadi 30 karya terbaik.
“Anak-anak harus kritis,” ujar Syainic. Proses seleksi dipandu peneliti BRIDA dan akademisi universitas.
Tema besar lomba adalah keterlibatan generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan. Sub-temanya menyentuh isu nyata: air, iklim, digitalisasi, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.
“Dengan begitu, karya siswa tidak melayang di awang-awang,” jelasnya. Peserta diarahkan menjejak masalah konkret.
Menurut Syainic, lomba ini tidak sekadar kompetisi. Ia dirancang sebagai laboratorium talenta bagi pelajar Mataram.
“Riset butuh keberlanjutan. Kami ingin wadah riset muda,” tegasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin