Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Setelah Sejumlah Kantor OPD, Tempah Dedoro Muncul di SDN 19 Cakranegara, Perubahan Paradigma dari Membuang ke Mengolah

Lombok Post Online • Senin, 6 Oktober 2025 | 15:29 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Pelaksaan Surat Edaran Wali Kota Nomor 100.3.4.3/5364/SETDA/VIII/2025 yang mewajibkan setiap instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat aktif mengelola sampah organik secara mandiri terus meluas.

Fasilitas ini terus terbangun di beberapa lokasi.

Sebelumnya, setelah di kantor Camat Sekarbela, Dinas Perkim, dan beberapa OPD lain, Tempah Dedoro kembali hadir di lingkungan sekolah.

“Yang sudah terbangun di SDN 19 Cakranegara,” kata Pelaksana Harian (Plh) Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram Irwansyah, Minggu (5/10).

Pembangunan tempah dedoro ini terus dijalankan secara kolektif. Fasilitas pengolahan sampah organik itu tidak lagi sebatas wacana, tetapi sudah terbangun di berbagai lokasi.

“Ini bukti komitmen bersama,” imbuhnya.

Pergerakan dalam menjalankan instruksi Surat Edaran Wali Kota Nomor menjadi isyarat nyata, untuk terus menekan jumlah sampah dari hilir.

“Perintah wali kota mulai berjalan, semua sektor bergerak,” ucapnya.

Tempah dedoro di SDN 19 Cakranegara resmi selesai dibangun dan telah digunakan dari awal Oktober 2025.

Keberadaannya menjadi bukti dunia pendidikan mengambil peran dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Edukasi harus dimulai dini, agar menjadi kebiasaan,” ucapnya.

Fasilitas ini memungkinkan sisa makanan, daun kering, dan ranting pohon langsung diolah menjadi kompos di lokasi sekolah.

Tidak hanya mengurangi beban sampah ke TPA, hasil pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk taman dan penghijauan lingkungan sekolah.

 Baca Juga: Pengolahan Sampah Mataram jadi Percontohan Daerah di Indonesia

“Manfaatnya sangat besar, sederhana tapi efektif,” tegasnya.

Pemerintah Kota Mataram menargetkan seluruh OPD, sekolah, hingga pelaku usaha turut membangun tempah dedoro di lingkungan masing-masing.

Langkah ini sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPA Regional Kebon Kongok dan memperkuat kesadaran masyarakat mengolah sampah dimulai dari diri sendiri.

“Setiap lokasi harus punya fasilitas, agar pengurangan sampah optimal,” harapnya.

Pergerakan kolektif ini juga menunjukkan perubahan paradigma: sampah tidak lagi dianggap beban, tetapi sumber daya yang dapat dikembalikan ke alam.

RAMAH SAMPAH: Fasilitas Tempah Dedoro yang terbangun di SDN 19 Cakranegara.
RAMAH SAMPAH: Fasilitas Tempah Dedoro yang terbangun di SDN 19 Cakranegara.

Dengan semakin banyaknya tempah dedoro berdiri di berbagai titik, Kota Mataram menapaki jalan menjadi kota percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.

“Kita ingin perubahan budaya dari membuang menjadi mengolah,” pungkasnya. (zad/r9)

Editor : Kimda Farida
#surat edaran #sampah #wali kota #Mataram #kompos