LombokPost – Pemerintah Kota Mataram memastikan kehidupan warga di hunian sementara berjalan layak dan nyaman.
Ratusan warga kini menempati 61 unit huntara yang tersebar di tiga lokasi.
Lokasi tersebut yakni 40 unit di Bintaro, 14 unit di Pamotan, dan 7 unit di Karang Jero.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan warga di Huntara telah kami penuhi,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram M. Nazaruddin Fikri, Selasa (7/10).
Mereka berasal dari korban banjir hingga warga terdampak relokasi sengketa lahan. “Semua layanan dasar pada prinsipnya sudah bisa kami sediakan,” terangnya.
Seluruh kawasan kini telah dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik. Pemerintah membangun posyandu, taman, playground, dan musala di kawasan Pamotan.
“Sementara di Bintaro sudah tersedia playground sebagai sarana interaksi warga,” terangnya.
Untuk di Bintaro, rencana penyiapan tempat mengaji berupa berugaq akan disiapkan melalui APBD Murni tahun 2026. Fasilitas tambahan tersebut bertujuan mendukung kegiatan sosial dan keagamaan warga.
Sejumlah langkah lanjutan terus dilakukan agar kualitas hidup warga meningkat. Di Pamotan, pemerintah tengah bernegosiasi untuk membuka akses jalan keluar-masuk.
“Akses ini penting agar mobilitas warga semakin mudah dan nyaman,” terangnya.
Di Bintaro, pemerintah tengah membahas penambahan fasilitas sosial untuk mendukung kehidupan masyarakat. “Upaya ini bagian dari perhatian pemerintah,” jelasnya.
Selain dukungan pemerintah, pengelolaan fasilitas dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Warga mengelola listrik, air, dan fasilitas umum melalui paguyuban di masing-masing lokasi.
“Cara ini memperkuat interaksi sosial dan rasa kepemilikan terhadap lingkungan,” ucapnya.
Disperkim juga menepis isu pengumpulan dana dari warga. Biaya yang dikumpulkan semata-mata untuk pembayaran listrik dan air yang digunakan.
Dengan seluruh fasilitas yang tersedia, kehidupan warga kini mulai tertata. Lingkungan di tiga kawasan huntara telah berfungsi seperti kawasan perumahan pada umumnya.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan program pendampingan agar warga hidup lebih baik dan berkelanjutan. “Upaya ini menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (zad/r9)
Editor : Pujo Nugroho