LombokPost – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram terus menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. “Supaya mereka bisa bijak mengolah sampah,” kata Plh Kepala DLH Kota Mataram Irwansyah, Rabu (8/10).
Melalui program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), DLH turun langsung ke sekolah-sekolah. Salah satu kegiatan berlangsung di SMPN 15 Mataram pada 1 Oktober 2025.
Kegiatan itu menjadi ajang pembelajaran konkret tentang cara memilah sampah. Siswa diajarkan memisahkan sampah organik dan anorganik dengan bimbingan dari DLH dan Bank Sampah Lisan.
Sampah plastik, kertas, dan kardus dipisahkan untuk dikumpulkan ke bank sampah. Dari sana, siswa mulai memahami bahwa setiap jenis sampah punya nilai ekonomi.
“Setelah itu mereka dapat buku tabungan,” jelas Irwansyah.
Melalui sistem ini, siswa bukan hanya menabung uang, tetapi juga kebiasaan positif. Mereka belajar bahwa sampah dapat menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan benar.
Irwansyah menilai pendekatan langsung ini jauh lebih efektif daripada sekadar penyuluhan di kelas. Anak-anak tidak hanya mendengar teori, tetapi juga mempraktikkan proses daur ulang.
“Tujuannya membangun kesadaran sejak dini,” katanya.
Dengan keterlibatan aktif anak-anak, DLH berharap muncul generasi baru yang tidak hanya tahu soal kebersihan, tapi juga menghargai lingkungan.
“Sampah bukan lagi masalah, melainkan peluang belajar,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin