LombokPost – Masuknya Mataram dalam katalog tur Royal Caribbean berpotensi membawa dampak besar bagi ekonomi daerah. Setiap kapal pesiar membawa ribuan wisatawan premium dengan daya belanja tinggi.
“Aktivitas ekonomi meningkat signifikan, itu yang kita harapkan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, Senin (13/10).
Para wisatawan membeli kerajinan tangan, mutiara air tawar, kain tenun, dan kuliner khas di jalur wisata kota. Ke depan dampak inilah yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Di forum perjalanan dunia Reddit, penumpang Royal Caribbean menulis pengalamannya di Lombok: “Kami disambut musik tradisional dan tarian lokal. Suasananya hangat dan otentik.”
Komentar lain menyebut kunjungan ke Mataram sebagai momen berkesan. “Penduduknya ramah, jalan-jalan bersih, dan tur ke kuil luar biasa,” tulisnya.
Testimoni semacam itu memperkuat citra Mataram di mata dunia. “Ini bukti budaya lokal bisa menjadi promosi terbaik,” ujar Cahya.
Pemerintah Kota Mataram pun melihat peluang ini sebagai momentum transformasi wajah kota. Mataram kini beralih dari sekadar pusat pemerintahan menjadi destinasi wisata budaya dan urban.
“Wisata budaya, kuliner halal, dan keramahan warga menjadi daya tarik kita,” jelasnya.
Program revitalisasi kawasan Ampenan dan taman wisata Loang Baloq juga diarahkan untuk memperkuat citra kota. Fasilitas dan akses wisata terus ditingkatkan agar memenuhi standar global.
“Masuknya Mataram ke daftar Royal Caribbean berarti kota ini sudah memenuhi standar keamanan, keramahan, dan keberagaman budaya,” tegas Cahya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin