LombokPost – Pendataan rumah warga di Kota Mataram kini tak lagi dilakukan dengan cara konvensional. Tim lapangan memanfaatkan teknologi foto udara dan sistem GIS untuk memastikan keakuratan data.
“Dengan foto udara, akurasi data lebih terjamin,” kata Anton Wardani dari Nuansa GIS Konsultan, Senin (13/10).
Ia menjelaskan, pendataan tengah berjalan di sejumlah kelurahan seperti Bertais Selatan. Tim gabungan mencatat kondisi fisik rumah, kepemilikan, hingga struktur bangunan.
“Pendataan ini sangat komprehensif dan mencakup seluruh jenis rumah,” ujarnya.
Namun, dinamika lapangan tetap muncul. Ada warga yang antusias, namun sebagian masih ragu karena merasa sering didata tanpa hasil nyata. “Kadang ada yang menolak karena merasa terganggu,” katanya.
Untuk mengatasi hal itu, tim melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh agama, kepala lingkungan, dan pendamping kelurahan. “Pendekatan sosial penting agar fasilitator diterima,” jelasnya.
Selain wawancara langsung, setiap rumah juga didokumentasikan melalui foto dan pencatatan detail. Semua data akan terintegrasi ke sistem GIS milik Pemerintah Kota Mataram.
“Sistem ini akan menjadi basis kebijakan pembangunan perumahan,” tambah Anton.
Melalui integrasi data spasial dan sosial, pemerintah bisa melihat peta kondisi rumah secara menyeluruh. Dari data itu, program perbaikan rumah tidak layak huni hingga penataan kawasan kumuh dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Pendekatan berbasis teknologi dan partisipasi warga ini diharapkan menjadi model baru tata kelola perumahan modern di Mataram.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin