Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Air Macet Jangan Disalahkan Izin! Dewan Tantang PDAM Cari Sumber Baru

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:12 WIB

SUMBER KEHIDUPAN: Gili Trawangan dan Gili Meno sangat bergantung pada pasokan air bersih dari PT TCN yang bekerja sama dengan PDAM Amerta Dayan Gunung.
SUMBER KEHIDUPAN: Gili Trawangan dan Gili Meno sangat bergantung pada pasokan air bersih dari PT TCN yang bekerja sama dengan PDAM Amerta Dayan Gunung.
ILUATRASI: Air tak ada mengalir saat keran dibuka. 

LombokPost – DPRD Kota Mataram menekan PDAM Giri Menang untuk segera mengoptimalkan seluruh sumber air potensial guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Komisi II menilai perusahaan tidak boleh terus berdalih soal regulasi dalam memperluas kapasitas layanan.

Anggota Komisi II I Gusti Bagus Hari Sudana Putra menyampaikan bahwa kebutuhan air semakin mendesak di berbagai wilayah kota. “Harus ada inovasi memanfaatkan sumber air yang ada, jangan hanya bilang izinnya susah,” ujarnya, Senin (20/10).

Menurutnya, keberadaan sumber air dari Lombok Barat serta sumur bor di wilayah Mataram harus dimaksimalkan melalui langkah teknis yang lebih progresif. Pelanggan membutuhkan jaminan aliran air, bukan alasan administratif.

Ia juga menolak pendekatan lama berupa imbauan agar warga menampung air pada malam hari. Cara ini dianggap kurang efektif dalam memenuhi kebutuhan harian pelanggan.

Politisi yang akrab disapa Gus Ari tersebut menilai PDAM perlu melakukan ekspansi teknologi dan perbaikan sistem distribusi. Arah kebijakan pelayanan harus bergeser dari responsif menjadi solutif.

Ia menegaskan perusahaan air minum daerah perlu memikirkan strategi cadangan air di masa mendatang. Pengembangan infrastruktur air baku menjadi hal yang tak bisa lagi ditunda.

Dalam rapat bersama direksi PDAM, dewan meminta agar setiap hambatan yang muncul segera diselesaikan dengan pendekatan kolaboratif. Koordinasi lintas daerah maupun sektor didorong untuk mempercepat realisasi pasokan baru.

Evaluasi kinerja PDAM akan terus dilakukan untuk memastikan adanya progres nyata dalam penyediaan air bersih. DPRD menegaskan akan mengawal langkah-langkah perusahaan selama proses peningkatan kapasitas berlangsung.

Pihak dewan meminta perusahaan daerah tidak terjebak pada diskusi panjang yang tak berdampak pada pelayanan langsung. Air dianggap sebagai kebutuhan publik yang harus dijamin secara berkelanjutan.

“Jangan hanya bolak-balik bicara teori tanpa hasil,” tutupnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Krisis distribusi air #Sumber air baru #Air bersih Mataram #Inovasi pasokan air #DPRD desak PDAM