LombokPost – Dorongan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram Wayan Wardana dalam menanggapi pelaksanaan mutasi terbaru. "Penting menjaga netralitas ASN di tengah dinamika politik jelang dan pasca Pilkada," katanya, Selasa (21/10).
Menurutnya, banyak pejabat tergoda mengaitkan karier dengan kedekatan politik kepala daerah. Ia memperingatkan jabatan tidak boleh diperoleh melalui pendekatan emosional semata.
Wayan juga menilai mutasi sering dipersepsikan sebagai ajang balas jasa politik jika tidak dijalankan secara objektif. Ia memperingatkan munculnya birokrasi yang terbelah akibat perbedaan dukungan politik di Pilkada.
Dalam konteks itu, ia meminta ASN untuk tidak mengejar jabatan melalui pendekatan politis. "Loyalitas ASN seharusnya diarahkan pada aturan dan kebutuhan organisasi, bukan dinamika kekuasaan," tekannya.
Ia menyebut birokrasi akan menjadi lemah jika aparatur merasa harus menyesuaikan pilihan politik demi posisi. Moral kerja ASN hanya akan terjaga jika sistem karier berjalan adil dan transparan.
Komisi I mendorong pemerintah kota memperkuat instrumen evaluasi kinerja berbasis data agar penilaian pejabat tidak bergantung pada persepsi personal.
“Fokus saja pada kompetensi, karena meritokrasi hanya akan hidup jika semua pihak mau profesional,” pungkas Wayan.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin