LombokPost – Aktivitas ekonomi yang tinggi di Kota Mataram kembali menempatkannya sebagai pusat pergerakan harga di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hal ini dikonfirmasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB untuk periode Oktober 2025.
Inflasi tahunan (year-on-year/YoY) Kota Mataram pada bulan Oktober 2025 tercatat sebesar 3,01 persen.
Angka ini dibarengi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 109,16 poin.
Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) berada di angka 0,39 persen.
"Pergerakan harga di Kota Mataram memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi provinsi,” kata Kepala BPS Kota Mataram, M. Reza Nugraha, pada Selasa (4/11).
Reza menjelaskan bahwa dinamika ini mencerminkan tingginya mobilitas ekonomi di ibu kota provinsi.
Kota Mataram berperan vital sebagai pusat distribusi barang dan jasa di seluruh NTB.
“Hal ini karena aktivitas ekonomi di ibu kota provinsi relatif tinggi dan menjadi pusat peredaran barang serta jasa,” ujarnya.
Angka Mataram (3,01 persen) melebihi Kabupaten Sumbawa (2,59 persen) dan Kota Bima (1,78 persen).
Posisi ini menegaskan peran Mataram sebagai motor penggerak ekonomi provinsi dengan aktivitas perdagangan paling aktif.
Reza mengungkapkan koordinasi terus dilakukan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Tujuannya adalah untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran target nasional.
BPS menilai koordinasi lintas sektor di Kota Mataram berjalan baik dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. (chi/r9)
Editor : Pujo Nugroho