LombokPost – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram menindak tegas para pelanggar parkir dengan menggembok kendaraan yang berhenti sembarangan di kawasan larangan. Operasi ini dilakukan di beberapa titik strategis yang masuk Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), termasuk sekitar Kantor Wali Kota Mataram.
“Tidak ada istilah tebang pilih. Siapa pun yang melanggar, termasuk kendaraan dinas maupun ASN, akan tetap kami tindak,” tegas Kabid Pengendalian dan Operasi Dishub Kota Mataram Arif Rahman, Jumat (7/11).
Dalam operasi tersebut, sejumlah kendaraan pegawai ditemukan parkir di trotoar dan badan jalan di depan Kantor Wali Kota. Tanpa kompromi, petugas langsung memasang gembok sebagai tindakan disiplin. “Kami ingin menunjukkan bahwa aturan berlaku untuk semua. Tidak ada keistimewaan bagi siapa pun,” ujarnya.
Penertiban juga dilakukan di kawasan lain yang kerap macet akibat parkir liar, seperti Jl Pejanggik, Jl Udayana, serta area sekitar Hotel Prime Park dan Hotel Madani. Sejumlah mobil tamu acara wisuda dan undangan yang parkir di bahu jalan turut digembok.
Arif menegaskan bahwa penggembokan kendaraan bukan sekadar hukuman, tetapi edukasi bagi masyarakat agar lebih sadar aturan. “Rambu sudah terpasang jelas. Kami harap masyarakat tidak lagi mencari alasan tidak tahu,” katanya.
Ia menambahkan, operasi rutin ini bagian dari kampanye Mataram Tertib Lalu Lintas, yang menekankan pentingnya keteraturan di ruang publik. “Kalau masih bandel, kami tindak. Tidak pandang bulu,” ucapnya lagi.
Dishub mencatat, beberapa titik di KTL masih menjadi langganan pelanggaran, terutama di sekitar pusat perkantoran dan kawasan komersial. Petugas berkomitmen meningkatkan patroli harian untuk mencegah parkir liar kembali terjadi.
Arif menjelaskan, kendaraan yang digembok harus mengurus tilang ke pihak kepolisian sebelum petugas melepas gembok. “Kami tidak ingin menakut-nakuti, tapi ingin menertibkan. Kota ini milik bersama, jadi mari sama-sama menjaga keteraturan,” jelasnya.
Menurutnya, tindakan tegas ini juga bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah menata wajah kota agar lebih rapi dan nyaman bagi pengguna jalan. “Disiplin berlalu lintas harus dimulai dari hal sederhana, termasuk parkir,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan agar warga menjadikan tertib parkir sebagai kebiasaan, bukan karena takut ditindak. “Kalau sudah terbiasa tertib, kota ini akan semakin indah,” pungkas Arif.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin