Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bikin Warga Ibu Kota Bahagia, Inovasi Mini Zoo di RTH Pagutan

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 10 November 2025 | 09:00 WIB
Sejumlah warga tampak berhenti di tepi pagar RTH Pagutan untuk melihat tiga ekor rusa yang kini menghuni kandang baru milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram.
Sejumlah warga tampak berhenti di tepi pagar RTH Pagutan untuk melihat tiga ekor rusa yang kini menghuni kandang baru milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram.


LombokPost
 – Ruang publik di Kota Mataram kini semakin hidup dan ramah keluarga. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kota Mataram tengah mengembangkan mini zoo di RTH Pagutan sebagai bentuk inovasi ruang terbuka hijau yang tak hanya indah, tapi juga membahagiakan warga.

 

Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan, pembangunan fasilitas dimulai dengan kandang rusa dan kandang burung (aviary). “Kandang rusa sudah jadi, dan sekarang kita punya tiga ekor,” katanya, Sabtu (9/11).

 

Ketiga rusa itu terdiri atas satu pejantan dan dua betina. Awalnya hanya seekor indukan, namun berhasil berkembang biak. “Rencananya akan ditambah dua ekor lagi dari Sumbawa Barat. Semua hasil kerja sama antardaerah, bukan pembelian,” ujarnya.

 

Sementara itu, pembangunan aviary juga hampir rampung. “Pondasinya sudah selesai, sekarang sedang pemasangan rangka. Nanti diisi burung-burung yang bersuara indah seperti cerucuk dan lovebird,” jelasnya.

 

Denny menuturkan, DLH juga berencana menghadirkan burung koak-kaok, ikon lambang Kota Mataram, jika perizinan memungkinkan. “Kami ingin punya satu atau dua ekor koak-kaok supaya RTH ini punya ciri khas,” ungkapnya.

 

Tak hanya rusa dan burung, RTH Pagutan kini dilengkapi kolam ikan serta akan ditambah bebek dan angsa untuk mempercantik area. “Kami ingin tempat ini hidup, seperti mini zoo yang menyenangkan bagi keluarga,” kata Denny.

 

Meski disebut mini zoo, Denny menegaskan kawasan ini tetap berfungsi utama sebagai ruang terbuka hijau untuk rekreasi masyarakat. “Mini zoo ini pelengkap, bukan kebun binatang sesungguhnya,” ujarnya.

 

Ia menilai, kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka semakin tinggi. “Kami ingin masyarakat bahagia, bisa olahraga, lihat rusa, dengar kicau burung, duduk di tepi kolam, semua di satu tempat,” paparnya.

 

Menurutnya, RTH Pagutan menjadi contoh nyata ruang hijau multifungsi di tengah kota yang menggabungkan unsur rekreasi, edukasi, dan konservasi. “Mini zoo ini pelengkap kebahagiaan warga ibu kota,” tegasnya.

 

“RTH Pagutan kami rancang untuk menumbuhkan cinta lingkungan, karena kebahagiaan warga dimulai dari ruang yang sehat dan alami,” pungkas Denny.

 

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #rusa #RTH Pagutan #Koak kaok #mini zoo #burung