Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dilatih 3 Hari, Pengurus Koperasi Mataram Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Modern

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 12 November 2025 | 11:52 WIB
Kepala Disprinkop UKM Kota Mataram Jimmy Nelwan mengungkapkan, setiap KDK-MP wajib memiliki lahan sesuai arahan pemerintah pusat.  
Kepala Disprinkop UKM Kota Mataram Jimmy Nelwan mengungkapkan, setiap KDK-MP wajib memiliki lahan sesuai arahan pemerintah pusat.  

 

LombokPost – Pemerintah Kota Mataram menegaskan keseriusannya membangun koperasi yang profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui pelatihan kompetensi bagi pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP), Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM mendorong modernisasi manajemen koperasi di seluruh kelurahan.

 

Kegiatan dibuka resmi oleh Kadis Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram Jimmy Nelwan. “Koperasi punya peran besar sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Karena itu, pengurus harus terus belajar,” ujarnya, Selasa (11/11).

 

Jimmy menjelaskan, pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus agar bisa mengelola koperasi secara efektif, efisien, dan berdaya saing tinggi. “Koperasi tidak boleh stagnan. Ia harus jadi motor ekonomi yang inovatif,” tegasnya.

Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis kelurahan. “Ini bagian dari Asta Cita Presiden, terutama cita kedua dan cita keenam,” katanya.

 

Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapat materi tentang manajemen koperasi modern, strategi penguatan modal, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. “Kita ingin koperasi bisa terhubung antarwilayah, membangun jaringan ekonomi yang saling menguatkan,” paparnya.

 

Jimmy menambahkan, penting bagi pengurus koperasi memahami aspek pelayanan publik. “Koperasi harus hadir dengan pelayanan cepat, efisien, dan transparan bagi anggotanya,” ujarnya.

Hingga pertengahan 2025, sebanyak 50 koperasi Merah Putih telah terbentuk di seluruh kelurahan Mataram. Langkah ini menunjukkan kesiapan daerah dalam menggerakkan ekonomi rakyat berbasis gotong royong.

 

Menurut Jimmy, keberhasilan koperasi ditentukan oleh profesionalitas pengurus dan komitmen anggota. “Kita ingin koperasi menjadi wadah kolaborasi yang kuat, bukan sekadar formalitas,” katanya.

 

Pelatihan ini juga menjadi momentum membangun SDM koperasi yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045. “Kita tidak hanya bicara ekonomi rakyat, tapi juga masa depan bangsa,” tegasnya.

Ia berharap peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan. “Dengan gotong royong dan inovasi, koperasi akan tumbuh jadi kekuatan ekonomi baru,” tutupnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Jimmy nelwan #pelatihan #KOPERASI MERAH PUTIH #Ekonomi #sdm