LombokPost – Di balik ramainya kegiatan masyarakat di Kota Mataram, petugas Dishub bekerja senyap menjaga arus kendaraan tetap lancar. Mereka bertugas di titik rawan macet, acara publik, hingga kegiatan komunitas.
Kepala Dishub Kota Mataram Zulkarwin menyebut gaturlalin menjadi pekerjaan yang sangat teknis. “Setiap kegiatan masyarakat, baik parade, fun run, atau jalan sehat, kami siaga,” ujarnya, Rabu (12/11).
Ia menegaskan Dishub tidak membedakan antara kegiatan besar atau kecil. “Di mana ada potensi kemacetan, Dishub hadir di situ,” tambahnya.
Zulkarwin menyampaikan pentingnya sinergi saat menjaga arus jalan. “Kami tidak bekerja sendiri,” katanya. Ia menegaskan koordinasi dilakukan dengan Satlantas dan tim keamanan penyelenggara.
Menurutnya, tugas Dishub terlihat sederhana namun punya pengaruh besar. “Ketika masyarakat menikmati acara, petugas kami memastikan mereka aman di jalan,” ujarnya.
Kabid Pengendalian dan Operasi Dishub Mataram Arif Rahman menjelaskan teknis kerja petugas lapangan. “Kami tentukan jalur penutupan, titik drop off, dan rute alternatif,” jelasnya.
Ia menambahkan semua kegiatan dipetakan terlebih dahulu agar pengaturan efektif. “Setiap kegiatan masyarakat kami petakan terlebih dahulu,” katanya.
Arif menyebut petugas Dishub tidak hanya bertugas pada event besar. “Hampir setiap pekan ada kegiatan yang membutuhkan pengaturan kami,” ujarnya.
Ia mengatakan para petugas terus melakukan evaluasi usai setiap tugas lapangan. “Kami belajar dari setiap pengalaman,” pungkasnya.
Arif memastikan tujuan utama Dishub adalah kenyamanan warga. “Kami ingin warga merasa aman dan nyaman beraktivitas,” katanya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin