Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dukcapil Ingatkan Gen Z Mataram soal Ancaman Kebocoran Data, Mayoritas Pelajar Akui Pernah Membagikan Data Pribadi Secara Tak Sadar

Lombok Post Online • Selasa, 25 November 2025 | 13:46 WIB

 

WASPADA: Kadis Dukcapil Mansur saat memberikan materi di hadapan siswa ratusan pelajar SMK Negeri 7 Mataram, Senin (24/11).
WASPADA: Kadis Dukcapil Mansur saat memberikan materi di hadapan siswa ratusan pelajar SMK Negeri 7 Mataram, Senin (24/11).
 

LombokPost — Meningkatnya ancaman kebocoran data pribadi di Indonesia mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram untuk mengalihkan fokus edukasi mereka ke isu perlindungan identitas digital.

Dalam upaya ini, Dukcapil memberikan edukasi kepada ratusan pelajar SMK Negeri 7 Mataram.

Para pelajar menerima pesan tegas yang menekankan pentingnya menjaga identitas digital mereka: "Data Lo… Identitas Lo."

“Slogan itu pengingat setiap jejak digital, mulai dari nomor induk kependudukan (NIK), foto KTP, hingga akun media sosial adalah pintu masuk yang rawan disalahgunakan,” kata Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram Dr. Mansur, Senin (24/11).

Generasi muda perlu memahami betapa rentannya identitas mereka di ruang digital yang semakin terbuka.

“Gen Z itu cepat, pintar, dan sangat aktif online, tapi justru karena itu mereka paling mudah menjadi target kejahatan digital kalau tidak hati-hati,” wanti-wantinya.

Ia menekankan, data pribadi itu bukan untuk dibagikan sembarangan.

“Karena itu identitas formal yang menentukan hak dan layanan seseorang,” ujarnya.

Ia menyebut berbagai kasus penyalahgunaan identitas mulai dari pemalsuan akun, penipuan online, hingga pembobolan layanan keuangan umumnya bermula dari kelalaian pemilik data.

Pelajar diminta memahami konsep dasar digital footprint, yakni jejak data yang terus tertinggal saat seseorang mengakses internet.

“Apa pun yang diunggah, yang diklik, sampai aplikasi yang diizinkan mengakses kontak, semua itu jejak. Dan jejak itulah yang sering dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Edukasi ini menjadi penting karena mayoritas pelajar mengaku pernah membagikan data pribadi secara tidak sadar. Seperti memposting foto KTP untuk keperluan pendaftaran aplikasi.

“Kemudian memindai wajah untuk aplikasi daring yang tidak jelas keamanannya, atau memberikan OTP kepada orang lain,” ucapnya.

Selain isu keamanan data, kegiatan itu juga mengaitkan perlindungan identitas dengan nilai integritas.

Menurut Mansur, menjaga data pribadi bukan hanya urusan keamanan digital, tetapi juga bagian dari sikap bertanggung jawab dalam kehidupan modern.

“Integritas itu bukan hanya soal jujur atau tidak melakukan pelanggaran, di era digital, integritas juga berarti menjaga identitas diri agar tidak disalahgunakan,“ jelasnya.

Melalui pendekatan komunikasi yang ringan dan interaktif, Dukcapil ingin membuat isu serius ini dapat dipahami oleh pelajar.

Suasana sosialisasi berlangsung hidup, dengan sesi tanya jawab tentang bagaimana mengelola password, mengenali modus phising, hingga cara mengamankan dokumen kependudukan dalam format digital.

Dukcapil berharap kampanye ini menjadi kebiasaan baru di kalangan pelajar: berpikir dua kali sebelum membagikan informasi pribadi di internet.

Edukasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal membangun generasi muda Kota Mataram yang cerdas digital.

“Dan juga tangguh dalam menjaga identitas mereka di tengah arus kejahatan siber yang semakin kompleks,” pungkasnya. (zad/r9)

Editor : Kimda Farida
#dukcapil #ktp #Mataram #nik #kebocoran data