LombokPost – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram melaporkan bahwa realisasi perbaikan 224 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2025.
Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, M. Nazaruddin Fikri, menjelaskan bahwa unit yang dipugar tahun ini mencakup rumah-rumah terdampak banjir parah pada 6 Juli 2025.
Program 224 unit RTLH didanai dari dua sumber utama: 24 unit dari APBD Kota Mataram dan 200 unit sisanya dari bantuan pemerintah pusat.
"InsyaAllah, kegiatan pemugaran 224 unit RTLH tersebut bisa rampung bersamaan sesuai dengan target yang ditetapkan,” harap Nazaruddin.
Besaran bantuan bervariasi antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta per unit, disesuaikan dengan tingkat kerusakan.
Namun, seluruh alokasi dana tahun ini difokuskan pada pemugaran (perbaikan), bukan pembangunan baru.
Dilema Tanah GG dan Solusi Relokasi
Persoalan muncul terkait nasib belasan rumah warga di pesisir Kelurahan Bintaro yang rusak parah akibat abrasi dan berdiri di atas Tanah GG (Governor Ground).
Nazaruddin Fikri menegaskan bahwa secara regulasi, perbaikan di atas Tanah GG sangat sulit dilakukan. Hal ini berbeda dengan rumah di sempadan sungai atau pantai yang masih bisa diperbaiki jika pemiliknya bersertifikat.
Meskipun demikian, ada secercah harapan melalui intervensi kemanusiaan.
“Bukannya tidak bisa, ini nanti tergantung kebijakan Wali Kota karena menyangkut kemanusiaan. Supaya ini tidak jadi masalah kita ke depan,” jelasnya.
Sebagai solusi permanen, Dinas Perkim sedang mengupayakan relokasi warga ke Rusunawa dan saat ini sedang mengajukan proposal untuk pembangunan Rusunawa baru.
Proyeksi Anggaran RTLH 2026 Mepet
Terkait program RTLH tahun 2026, Nazaruddin menyebutkan bahwa alokasi dari APBD Kota Mataram sejauh ini baru mencapai Rp 100 juta.
Pihaknya berharap besar adanya dukungan anggaran tambahan dari pemerintah pusat serta dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD, yang biasanya dialihkan untuk program RTLH, untuk menjaga keberlanjutan program perumahan rakyat ini. (chi/r9)
Editor : Kimda Farida