Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kota Tua Ampenan Segera Punya Car Free Night, Atmosfernya Bakal Mirip Malioboro dan Braga

Sanchia Vaneka • Rabu, 26 November 2025 | 22:10 WIB

 

Jalur yang akan dijadikan area car free night di kawasan Kota Tua Ampenan, .
Jalur yang akan dijadikan area car free night di kawasan Kota Tua Ampenan, .

LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tengah mematangkan wacana untuk menghidupkan kembali denyut Kota Tua Ampenan di malam hari melalui agenda Car Free Night (CFN).

Inisiatif dari Wali Kota ini bertujuan ganda: memecah keramaian Pantai Ampenan dan menyediakan ruang usaha baru bagi pedagang lokal pasca-revitalisasi kawasan tersebut.

Camat Ampenan Muzakkir Walad mengonfirmasi bahwa usulan ini tengah digodok serius.

"Iya itu baru diusulkan," kata Muzakkir.

CFN Ampenan ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer kawasan yang mirip seperti Malioboro di Jogja atau Braga di Bandung, dengan potensi menampung puluhan lapak pedagang serta ruang bagi kelompok kesenian dan kreatif.

Dua lokasi utama menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan CFN:

1. Kawasan Pabean: Memiliki area terpanjang (sekitar 1 kilometer) dan dinilai lebih representatif karena areanya luas.

2. Jalan Niaga: Berjarak sekitar 500-600 meter, membentang dari Gedung Huis hingga ACC (Ampenan City Center).

Meskipun Kawasan Pabean dinilai ideal, tantangan terberat terletak pada jalur ekspedisi Pertamina Patra Niaga yang melintasi area tersebut. Operasional ekspedisi membuat penutupan jalan sulit dilakukan pada malam-malam ramai.

"Masalah paling berat di sana adalah bernegosiasi dengan ekspedisi Pertamina itu," ungkap Muzakkir.

Jadwal ekspedisi Pertamina kosong hanya pada Minggu malam (malam Senin) hingga pukul 02.00 dini hari. Sayangnya, waktu ini dianggap kurang representatif untuk menarik keramaian karena masyarakat harus kembali beraktivitas keesokan harinya.

Untuk itu, Pemkot sedang berupaya keras melobi pimpinan Pertamina agar ekspedisi bisa diliburkan pada Malam Minggu (malam di mana keramaian publik tertinggi).

"Saya minta waktu itu sama dia, bisa enggak Malam Minggu itu yang diliburkan ekspedisinya, itu yang masih kita nego," tegas Camat Ampenan.

Opsi Cadangan dan Pengaturan Lalu Lintas

Jika negosiasi di Pabean menemui jalan buntu, opsi kedua, yaitu Jalan Niaga, akan dimanfaatkan. Untuk pengaturan lalu lintas, rencananya arus kendaraan akan dialihkan ke Jalan Energi di Warung Banjar, yang relatif sepi pada malam hari.

Pemkot juga telah merencanakan lokasi parkir:

1. Area parkir utama di sekitar ACC.

2. Memanfaatkan kantong-kantong parkir di sekitar Kantor Lurah atau gang-gang kecil, sekaligus memberdayakan juru parkir lokal yang terdaftar di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram.

Muzakkir Walad menekankan bahwa seluruh rencana ini masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi. Implementasi CFN Ampenan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata Kota Tua sekaligus mendorong perekonomian lokal.

Editor : Marthadi
#Pariwisata Mataram #Revitalisasi Ampenan #Ruang Usaha Pedagang Mataram #car free night #kota tua ampenan