Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Plt Kadinsos: Pendamping PKH Harus Lebih Profesional Hadapi Tantangan Sosial 2026

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 2 Desember 2025 | 06:56 WIB
Suasana peserta saat mengikuti sesi pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas SDM PKH Kota Mataram, Senin (17/11).
Suasana peserta saat mengikuti sesi pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas SDM PKH Kota Mataram, Senin (17/11).

LombokPost – Dinas Sosial Kota Mataram kembali menguatkan fondasi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM PKH Tahun 2025. Selama dua hari, 17–18 November, sebanyak 63 pendamping PKH berkumpul di Aula Dinas Sosial untuk memperdalam pengetahuan dan memperbarui keterampilan yang mereka butuhkan di lapangan.

“Bagaimanapun, SDM PKH sebagai ujung tombak pelaksanaan program,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Drs. Lalu Samsul Adnan, Senin (1/12).

Acara ini dibuka dengan penekanan pada peran strategis pendamping PKH. Samsul menyebut setiap hari mereka bersentuhan langsung dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dinamika sosial tidak pernah statis.

“Peningkatan kompetensi pendamping bukan sekadar kebutuhan, tapi syarat agar PKH tetap tepat sasaran dan mampu menjawab tantangan baru di masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Penantian Panjang 60 Pendamping PKH Lombok Utara Diangkat sebagai ASN PPPK

Untuk memperdalam kapasitas tersebut, dinsos menghadirkan dua institusi sebagai narasumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram.

“Materi dirancang komprehensif, membentang dari dukungan sektor pendidikan terhadap keluarga penerima bantuan hingga pemahaman medis terkait pencegahan stunting, isu kesehatan yang erat kaitannya dengan keberhasilan program perlindungan sosial,” ucapnya.

Dijelaskan sektor pendidikan dapat bersinergi dengan PKH, terutama dalam memastikan anak-anak KPM mendapatkan layanan pendidikan lebih terjamin. Di samping itu diurai faktor-faktor penyebab stunting dan strategi pencegahannya, lengkap dengan konteks kasus di Kota Mataram.

Atmosfer diskusi selama Bimtek berlangsung cukup hidup. Peserta aktif bertanya, berbagi pengalaman lapangan, hingga membahas pendekatan baru yang lebih responsif dan humanis dalam menangani persoalan keluarga miskin.

Baca Juga: Mensos Ingatkan Pendamping PKH Agar Tidak Manipulasi Data dan Melakukan Pungutan Liar

“Kami pikir antusiasme ini sinyal kesadaran bahwa pendamping PKH kini dituntut bekerja lebih cermat, lebih berbasis data, dan lebih peka terhadap kebutuhan tiap keluarga,” paparnya.

Dinsos berharap kegiatan ini tidak berhenti pada ruang pelatihan. Mereka menargetkan munculnya kualitas kerja baru, pendamping yang lebih percaya diri, lebih profesional, dan sanggup menjadi garda depan dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial.

“Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM PKH 2025 ini sekaligus mempertegas komitmen pemkot dalam memperkuat implementasi program perlindungan sosial,” tekannya.

Melalui penguatan kompetensi secara berkelanjutan, pendamping PKH diharapkan mampu menghadapi tantangan pembangunan sosial. “Tentu di tahun mendatang tantangannya akan semakin kompleks,” pungkasnya. (zad/r9)

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Program Keluarga Harapan #Dinas Sosial Mataram #Bimtek PKH Mataram #Pendamping PKH 2025 #Pencegahan stunting NTB