Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Website MPP Mataram Terbaik 1, Pimpin Revolusi Layanan Publik Digital di NTB

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 3 Desember 2025 | 11:17 WIB

 

 

Sekretaris DPMPTSP Kota Mataram Baiq Baktiyanti, berpose usai meraih predikat Terbaik I atas inovasi Website Mal Pelayanan Publik Mataram pada ajang proyek perubahan.
Sekretaris DPMPTSP Kota Mataram Baiq Baktiyanti, berpose usai meraih predikat Terbaik I atas inovasi Website Mal Pelayanan Publik Mataram pada ajang proyek perubahan.

 

LombokPost - Pemerintah Kota Mataram berhasil mencetak sejarah baru dalam dunia pelayanan publik digital setelah website Mal Pelayanan Publik (MPP) meraih juara pertama pada ajang proyek perubahan di Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan ke XII Tahun 2025 tingkat NTB. Inovasi ini lahir dari gagasan Sekretaris DPMPTSP Kota Mataram Baiq Baktiyanti S.H., M.H. yang merancang website tersebut sebagai portal terintegrasi untuk seluruh layanan publik di Mataram.

 

“Website ini kami desain agar masyarakat cukup membuka satu pintu digital untuk mengakses lebih dari seratus layanan tanpa harus bingung mencari situs dari setiap instansi,” kata Baiq Baktiyanti, Jumat (22/10).

 

Gagasan website ini berawal dari keprihatinan Baiq Baktiyanti atas keluhan masyarakat yang sering datang ke MPP hanya untuk menanyakan syarat layanan, bertanya formulir yang harus diisi, atau sekadar mencari informasi alur pengurusan dokumen. Ia melihat kebingungan ini sebagai peluang menciptakan solusi digital yang praktis, efisien, dan mudah digunakan oleh semua lapisan masyarakat.

 

Melalui pendekatan problem solving, Baiq Baktiyanti merancang website ini sebagai platform yang mengintegrasikan 18 instansi penyedia layanan di MPP, mulai dari Disdukcapil, Imigrasi, BPJS, Kepolisian, Pajak Daerah, hingga Kementerian Agama. Satu per satu layanan dipetakan, diklasifikasikan, lalu dimasukkan ke dalam struktur website agar pengguna cukup memilih kategori dan diarahkan ke form layanan yang sesuai.

Baca Juga: KPK Ikut Awasi! Petugas MPP Mataram Kini Harus Lulus Sertifikasi Layanan 

Baiq Baktiyanti menerima piagam penghargaan Terbaik I langsung dari Kepala BPSDMD NTB Baiq Nelly Yuniarti.
Baiq Baktiyanti menerima piagam penghargaan Terbaik I langsung dari Kepala BPSDMD NTB Baiq Nelly Yuniarti.

Kini, masyarakat hanya perlu mengakses mpp.mataramkota.go.id untuk mengetahui jenis layanan, mengunduh atau mengisi formulir awal, serta mendapatkan informasi persyaratan tanpa harus bolak-balik ke kantor layanan. Sistem ini menghemat waktu, mengurangi biaya transportasi, serta menekan potensi antrean yang menumpuk di MPP.

 

Keunggulan utama platform ini, kemampuannya menghubungkan pengguna langsung dengan link layanan setiap instansi tanpa harus berpindah situs secara manual. Dari membayar PBB, mengurus KTP, paspor, hingga mendaftar BPJS, semua dapat dimulai dari satu halaman digital yang sama tanpa harus menutup laman sebelumnya.

 

Sejak diluncurkan pada 26 Oktober di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, website ini mencatat lebih dari 4.500 aktivitas pengguna hanya dalam dua minggu. Pencapaian impresif ini tidak lepas dari gencarnya sosialisasi melalui media sosial, media cetak, radio, dan jaringan komunikasi resmi pemerintah.

 

Baiq Baktiyanti juga tidak hanya membangun sistem, tetapi menggerakkan kolaborasi lintas-instansi dengan melibatkan 18 gerai MPP sebagai pengelola aktif layanan di website. Setiap instansi diberi akun admin sendiri agar dapat memperbarui informasi layanan, memasukkan persyaratan, serta menyebarkan berita kegiatan tanpa harus menunggu intervensi DPMPTSP.

 Baca Juga: MPP Mataram Berbenah! Petugas Dilarang Main HP, Wajib Senyum & Sapa

Peserta lainnya menerima penghargaan proyek perubahan terbaik.
Peserta lainnya menerima penghargaan proyek perubahan terbaik.


Untuk memastikan seluruh tenant memahami fungsi platform, Baiq Baktiyanti mengundang tim dari masing-masing instansi mengikuti pelatihan teknis pengelolaan website di MPP. Pelatihan ini menggandeng Dinas Kominfo sebagai mitra pengembangan agar sistem tetap stabil, mudah diperbarui, dan tahan terhadap lonjakan akses pengguna.

 

Dari segi efektivitas, website ini memberi rasa aman bagi masyarakat karena mereka bisa mengetahui syarat lengkap sejak awal, sehingga mengurangi risiko datang tanpa kelengkapan dokumen. Warga juga lebih percaya diri ketika menuju MPP, karena telah mengisi formulir permohonan awal secara online dan tinggal melanjutkan proses verifikasi di gerai instansi terkait.

 

Awalnya Baiq Baktiyanti hanya menargetkan 20 layanan dapat terintegrasi dalam dua bulan, tetapi kerja kolaboratif yang intens membuat seluruh 102 layanan yang tersedia di MPP akhirnya berhasil masuk ke dalam website. Keberhasilan ini menjadi salah satu alasan website ini dinobatkan sebagai proyek terbaik dalam Diklatpim dan juara tertinggi di tingkat NTB.

 

Ke depan, website ini tidak akan berhenti sebagai alat informasi, tetapi berkembang menjadi sistem antrean online yang dapat menentukan tanggal dan jam kunjungan masyarakat ke MPP. “Dengan sistem itu, warga bisa datang tepat waktu sesuai nomor antrean digital yang mereka pilih sehingga beban ruang tunggu fisik dapat dikurangi,” paparnya.

 Baca Juga: Menuju Mal Pelayanan Publik, Mataram Siapkan Layanan Inklusif dan Ramah Disabilitas

Saat ini, tim pengembang tengah menyiapkan nomor antrean otomatis yang akan muncul setelah pengisian formulir online. Sistem ini juga dirancang agar pengunjung bisa memperkirakan estimasi waktu layanan serta mengetahui status permohonan mereka secara real time.

 

Untuk menjaga kelancaran, Baiq Baktiyanti membuat grup koordinasi WhatsApp yang beranggotakan seluruh tenant MPP dan Diskominfo agar setiap kendala teknis, pertanyaan admin, maupun kebutuhan perbaikan fitur dapat segera diselesaikan. Model komunikasi ini memastikan website terus responsif terhadap kebutuhan masyarakat maupun instansi.

 

Website ini tidak hanya menjadi tonggak digitalisasi layanan publik, tetapi juga simbol perubahan budaya birokrasi yang lebih responsif, kolaboratif, dan adaptif. Di balik layar, Baiq memastikan semua pihak memahami digitalisasi bukan sekadar perpindahan dari manual ke online, tetapi bentuk pelayanan yang lebih manusiawi karena menghemat waktu dan tenaga masyarakat.

 

“Ketika masyarakat merasa dipermudah hanya dengan satu klik, di situlah perubahan birokrasi yang sesungguhnya lahir dari empati kepada warga,” tutup Baiq Baktiyanti. 

Baca Juga: Pemerintah Dorong Mal Pelayanan Publik Lebih Inklusif dan Aksesibel

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Baiq Baktiyanti #layanan publik #MPP Mataram #Digitalisasi #Inovasi