Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

2 Hari Nonton Gratis Plus Malam Anugerah Megah: Festival Film Sangkareang 2025 Datang dan Ramaikan!

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 9 Desember 2025 | 08:29 WIB

Flyer Festival Film Sangkareang.
Flyer Festival Film Sangkareang.


LombokPost
— Dinas Pariwisata Kota Mataram kembali menghidupkan ruang kreasi bagi sineas lokal melalui Festival Film Sangkareang 2025. Ajang tahunan ini menjadi wadah pertemuan karya, ide, dan energi kreatif warga kota, sekaligus momentum memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang terus tumbuh.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, menegaskan festival ini memasuki tahun kedua pelaksanaannya. “Ini ajang tahun kedua Festival Film untuk ekonomi kreatif,” katanya, Selasa (9/12).

Menurutnya, keberlanjutan menjadi kunci agar para pembuat film lokal memiliki ruang berkarya yang konsisten. Festival tahun ini akan menghadirkan screening film selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, sebelum memasuki malam penganugerahan pada Minggu malam.

“Format ini dibuat untuk memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat menikmati karya-karya terpilih,” terangnya.

Cahya menyebut, antusiasme pembuat film lokal meningkat drastis. Berdasarkan unggahan resmi panitia 50 puluh lebih judul film, karya dari berbagai komunitas film Lombok telah terkumpul.

“Ini menunjukkan ekosistem kita makin hidup,” ujarnya.

Ia menjelaskan, film memiliki peran strategis dalam menggerakkan subsektor ekonomi kreatif karena melibatkan banyak elemen: penulis, sutradara, aktor, kreator desain, hingga musik dan tata rias.

“Film itu industri yang lengkap. Ketika kita membangunnya, banyak sektor ikut bergerak,” jelasnya.

Festival Film Sangkareang 2025, lanjut Cahya, bukan hanya panggung kompetisi, tetapi juga ruang belajar. Melalui pemutaran film terbuka, masyarakat dapat melihat macam-macam perspektif lokal yang diangkat para sineas muda.

Selain itu, dispar berharap festival ini dapat mendorong tumbuhnya komunitas film baru. “Kita ingin ada regenerasi. Ada bakat-bakat baru yang muncul dan berani bercerita tentang Mataram dengan cara mereka sendiri,” katanya.

Dispar juga mengapresiasi peran para pihak dan komunitas yang ikut membantu publikasi. Mereka menyebarkan informasi festival melalui kanal media sosial agar jangkauannya lebih luas.

Cahya menyampaikan, dispar terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak agar perhelatan ini semakin besar pada tahun-tahun berikutnya. Termasuk membuka peluang kerja sama dengan kampus, komunitas seni, hingga pelaku industri kreatif.

Ia juga menekankan pentingnya akses masyarakat terhadap karya film lokal. “Semakin banyak yang menonton, semakin besar peluang para sineas berkembang,” ucapnya.

Karena itu, screening digelar secara terbuka agar publik bisa hadir tanpa hambatan. Menjelang malam penganugerahan, Cahya berharap festival ini melahirkan karya yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat dalam pesan.

“Film itu medium refleksi. Kita ingin karya-karya yang lahir mampu menumbuhkan optimisme dan kreativitas anak-anak muda Mataram,” katanya.

Pada akhirnya, Festival Film Sangkareang 2025 diharapkan menjadi tradisi baru kota, sebuah panggung yang memberi ruang bagi imajinasi dan keberanian bercerita. “Selama kita konsisten, festival ini akan menjadi identitas baru Mataram sebagai kota kreatif,” tutupnya.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #sangkareang #festival film #Ekonomi Kreatif #gratis #film lokal #Lombok #Screening Film