LombokPost — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melakukan kunjungan langsung ke Pasar Dasan Agung untuk melihat dari dekat implementasi transaksi digital QRIS yang digagas Bank NTB Syariah. Sejak pagi, pedagang dari berbagai los mulai dari sayur, ikan, daging, buah, hingga jajanan menunjukkan antusiasme ketika rombongan gubernur memasuki area pasar.
“Bank NTB sekarang sedang pembenahan,” ujarnya di hadapan pedagang dan tamu yang berkumpul.
“Dulu 90 persen itu untuk konsumsi pegawai negeri. Sekarang targetnya kita perbesar untuk UMKM," imbuhnya.
Ia meminta para pedagang ikut menyebarkan pemahaman soal penggunaan KRIS.
“Tolong bantu sosialisasikan,” katanya.
Dari pernyataan tersebut, Gubernur menekankan digitalisasi pasar adalah langkah strategis untuk memperluas akses UMKM ke sistem keuangan.
“Kasih tahu bahwa KRIS ini untuk kebaikan mereka juga. Daftarkan ke KRIS sehingga lebih banyak nanti pengguna," harapnya.
Gubernur juga sempat meninjau lapak-lapak pedagang. Di area inilah suasana pasar semakin hidup: beberapa pedagang menghentikan aktivitas sejenak, sebagian melambaikan tangan, dan sebagian lain mengetuk meja memanggil gubernur.
Gubernur balik menyapa para pedagang dengan hangat. Ia berhenti di beberapa kios untuk melihat papan QRIS yang terpasang di depan meja, sesekali berdialog ringan dengan pedagang mengenai kemudahan transaksi harian mereka.
Rombongan kemudian bergerak naik ke lantai dua. Para pedagang sembako kering dan penjual jajanan mengerubungi area lorong untuk sekadar menyapa atau meminta foto.
Seorang pedagang tua tampak memegang ponsel dengan agak kikuk, membuat sejumlah pengunjung tersenyum kecil saat Gubernur memberi salam.
Di sepanjang jalur pasar, pengunjung spontan meminta foto bersama. Ada yang mengangkat ponsel dari kejauhan, ada yang meminta swafoto dari samping lapak.
Baca Juga: Ratusan Guru Ngaji Kota Mataram Ikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi
Meski dijaga protokoler, Gubernur beberapa kali berhenti untuk meladeni permintaan warga.
Keramaian seolah berpindah mengikuti langkah rombongan. Beberapa pedagang yang lebih tua tersenyum malu-malu saat disapa.
Salah satu momen menarik adalah ketika Gubernur memutuskan untuk berbelanja langsung di beberapa lapak. Ia memilih sayuran, membeli sedikit ikan segar, mengambil potongan daging, hingga menambah beberapa makanan ringan untuk dibawa pulang.
Setiap transaksi dilakukan menggunakan KRIS, membuat pedagang girang melihat saldo masuk secara real time. Beberapa pedagang bahkan menunjukkan layar ponsel mereka kepada sesama pedagang sebagai bukti transaksi digital benar-benar bekerja.
Gubernur kembali memberikan penekanan. Ia meminta pedagang muda membantu pedagang lansia mengenal transaksi digital.
“Bantu juga orang-orang tua kita yang berjualan,” ujarnya.
Menurutnya datya serap pedagang lansia lebih lanmbat dengan kemajuan dalam bertransaksi saat ini. "Bantu mereka agar bisa menggunakan QRIS supaya mereka mendapatkan manfaatnya," ucapnya.
Pernyataan ini disambut tepuk tangan kecil dari pedagang yang berkumpul di area tersebut.
Kunjungan ini memperlihatkan satu hal: digitalisasi pasar bukan lagi wacana, melainkan praktik nyata. Pedagang menerima pembayaran digital, pembeli mulai terbiasa bertransaksi tanpa uang tunai, dan Bank NTBS memperkuat posisinya sebagai sistem pembayaran yang ramah UMKM.
“Insyaallah Bank NTB akan berusaha memberikan manfaat sebesar-besarnya buat masyarakat luas,” tutup Gubernur sebelum meninggalkan area pasar.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin