LombokPost – Proyek revitalisasi lima sekolah di Kota Mataram, yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), terindikasi mengalami kemoloran signifikan.
Padahal, seluruh pekerjaan rehabilitasi tersebut seharusnya sudah rampung pada batas akhir kontrak yang ditetapkan, yakni 15 Desember 2025.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Mataram, Yusuf, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi kontraktor yang lalai menyelesaikan pekerjaan.
“15 Desember ini harusnya sudah selesai,” kata Kadisdik Yusuf.
Lima sekolah yang menjadi sasaran proyek revitalisasi strategis DAK meliputi: SMPN 17 Mataram, SMPN 10 Mataram, SDN 44 Cakranegara, SDN 32 Ampenan, dan satu sekolah dasar lainnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, seperti di SMPN 17 Mataram, proses pengerjaan masih pada tahap pembangunan tembok.
Hal ini menunjukkan penyelesaian tepat waktu sulit tercapai. Proyek ini mencakup rehabilitasi ruang kelas, sanitasi, hingga perbaikan struktur bangunan.
Jika kontraktor pelaksana gagal menyelesaikan pekerjaan hingga tenggat waktu 15 Desember 2025, Dinas Pendidikan Mataram akan segera mengambil langkah tegas:
- Change Contract Order (CCO): Dinas Pendidikan akan melakukan pengubahan pesanan kontrak atau CCO untuk melanjutkan pekerjaan.
- Pengenaan Denda: Penerbitan CCO otomatis diikuti dengan pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada pihak kontraktor.
Denda tersebut dihitung berdasarkan formula kontrak kerja, yaitu: Rp 1.000 per hari dikalikan dengan nilai total kontrak pekerjaan.
Yusuf memastikan bahwa meskipun CCO diterbitkan, denda tetap akan berjalan hingga bangunan tersebut rampung.
“Biarkan saja dia terlambat sampai bangunan itu rampung, denda tetap berjalan,” tegas Yusuf.
Dinas Pendidikan Mataram menekankan bahwa proyek ini adalah untuk kepentingan publik, sehingga rekanan dituntut bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Sanksi akan diberlakukan sesuai ketentuan bagi rekanan yang tidak memenuhi kewajiban kontrak.
Keterlambatan pengerjaan ini dikhawatirkan mengganggu proses belajar mengajar. Sejumlah sekolah terpaksa melakukan penyesuaian jadwal belajar dan memanfaatkan ruang sementara untuk menampung siswa yang ruang kelasnya sedang dibongkar.
Editor : Marthadi