LombokPost — Dinas Pariwisata memberikan dukungan pada penyelenggaraan event Putri Indonesia NTB 2025. Ajang ini dinilai tidak hanya kontestasi kecantikan, melainkan ruang strategis menjaring putri-putri terbaik daerah.
“Sebagai tuan rumah (lokasi penyelenggaraan Putri Indonesia NTB, Red) dan punya tiga wakil dari kota, kami pikir ini event yang mampu membawa citra positif bagi daerah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, Jumat (12/12).
Kontestan puteri yang berasal dari kota berpeluang menunjukkan bakat dan talenta di tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga internasional. “Karena itu, kami sangat dukungan event ini, tidak hanya sekadar keterlibatan yang sifatnya simbolik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ajang Puteri Indonesia memiliki daya jangkau publik yang luas sehingga efektif dimanfaatkan bagian dari strategi promosi daerah. “Ini adalah ajang mencari puteri-puteri terbaik yang bisa membawa nama baik daerah,” imbuhnya.
Baca Juga: Wali Kota: Teknologi Demokratisasi Film! Anak NTB Kini Bisa Bikin Karya Besar dari Hal Kecil
Pemkot ikut berperan sebagai promotor yang secara sadar mengintegrasikan ajang tersebut ke dalam upaya promosi pariwisata dan citra daerah. Dukungan tersebut, lanjut Cahya, diwujudkan melalui pembekalan yang mencakup wawasan, karakter, serta pemahaman menyeluruh tentang potensi kota yang kelak harus mampu disampaikan peserta di berbagai forum.
“Kami ingin mereka benar-benar memahami daerahnya, apa yang mereka bawa, dan bagaimana menyampaikannya ketika tampil,” paparnya.
Dalam seleksi Puteri Indonesia NTB 2025 sebanyak 12 peserta bersaing. Tiga di antaranya berasal dari Kota Mataram.
“Dari proses tersebut, satu peserta akan terpilih sebagai wakil NTB di tingkat nasional,” terangnya.
Meski demikian, Cahya menegaskan pihaknya tidak memasang target berlebihan. Ia menyebut capaian yang diharapkan bersifat realistis, namun tetap terarah.
“Target kami tidak muluk-muluk. Kalau perwakilan Kota Mataram bisa menjadi juara di tingkat NTB, tampil di nasional, dan masuk tiga besar, itu sudah sangat baik,” katanya.
Menurutnya, pada tahap tersebut seorang Puteri Indonesia merupakan figur publik yang memiliki peran strategis sebagai duta daerah. “Dia dapat menjelaskan kepada publik nasional tentang potensi pariwisata dan keunggulan Kota Mataram,” ujarnya.
Cahya menilai kehadiran putri-putri daerah di ajang nasional dapat memperkuat citra Kota Mataram, tidak hanya dari sisi keindahan alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. “Kita ingin orang melihat Kota Mataram sebagai daerah yang mendukung pertumbuhan kualitas manusia. Di sini lahir putri-putri yang cerdas, berdaya saing, dengan kekayaan alam dan budaya yang kita miliki,” katanya.
Baca Juga: Yang Pasti-pasti Saja, Dusan Vlahovic Segera Tersedia bagi AC Milan
Citra tersebut, lanjutnya, diharapkan berdampak pada meningkatnya minat kunjungan wisata. Persepsi positif terhadap daerah akan berbanding lurus dengan ketertarikan publik untuk datang.
“Ketika orang melihat keindahan daerahnya dan kualitas manusianya, ketertarikan itu akan tumbuh,” paparnya.
Lebih jauh, Cahya menyebut prestasi di ajang Puteri Indonesia juga berpotensi membuka peluang ke panggung internasional. “Kalau ada peluang ke tingkat internasional, tentu itu menjadi kesempatan besar,” katanya.
Kesempatan puteri daerah tampil di panggung global, selain tentang pesona pribadinya juga membawa identitas daerah dan bangsa. “Pada akhirnya menjadi duta promosi daerah,” ujar Cahya.
Karena itu, kolaborasi dengan Yayasan Putri Indonesia sebagai peluang strategis yang layak dimaksimalkan, terutama sebagai sarana promosi daerah dengan jangkauan luas. “Kami menitipkan harapan kepada putri-putri terbaik ini agar mampu mempromosikan daerahnya dengan baik,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin