Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Merger SD Mataram 2026: 4 Sekolah Digabung Jadi 2, Atasi Kekurangan Murid dan Distribusi Guru

Sanchia Vaneka • Senin, 15 Desember 2025 | 21:16 WIB

YUSUF
YUSUF


LombokPost – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram akan melaksanakan kebijakan strategis dengan merger SD Mataram mulai tahun depan. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) serta mengatasi masalah kekurangan murid SD yang signifikan di beberapa lokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengonfirmasi rencana penggabungan empat Sekolah Dasar (SD) menjadi dua entitas baru.

"Yang akan dimerger ada empat sekolah. SD 11 Ampenan dengan SD 6 dan SD 14. Kemudian, yang menjadi fokus utama adalah penggabungan SD 15 Mataram dan SD 19 Mataram," jelas Yusuf.

Menurut Yusuf, penggabungan SD 15 Mataram dan SD 19 Mataram akan dilakukan dengan memindahkan seluruh kegiatan dan siswa SD 19 ke lokasi SD 15 Mataram. Lokasi SD 15 saat ini tengah dalam proses pembangunan gedung baru yang lebih memadai.


“Nantinya, SD 19 itu pindah ke sana, sementara lahan eks SD 19 akan kita serahkan ke Bidang Aset Pemerintah Kota Mataram,” terangnya.

faktor merger SD Mataram ini adalah isu kekurangan murid di beberapa sekolah, khususnya SD 19 Mataram, yang berlokasi sangat dekat dengan sekolah lain, hanya dibatasi oleh jalan.

Selain mengatasi masalah rasio murid, kebijakan merger ini juga merupakan solusi cerdas Disdik Kota Mataram dalam menghadapi tantangan kekurangan guru di kota tersebut.
Yusuf menyebutkan, guru-guru dari sekolah yang dimerger akan didistribusikan secara merata ke berbagai sekolah lain yang masih kekurangan tenaga pendidik.


“Kita memang ada kekurangan guru. Dengan adanya merger ini, guru-guru tersebut bisa kita distribusikan ke sekolah yang kekurangan. Ini lebih efisien daripada harus terus mengangkat guru honorer yang risikonya lebih tinggi,” katanya.


Disdik Mataram memastikan bahwa rencana penggabungan sekolah ini sudah melalui proses kajian yang komprehensif. Saat ini, kebijakan tersebut hanya menunggu keputusan akhir dari Wali Kota Mataram. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun depan akan dilaksanakan langsung di bawah nama sekolah hasil gabungan.


Terkait pemanfaatan lahan eks SD 19 Mataram yang sebelumnya sempat diwacanakan menjadi Puskesmas, Yusuf menegaskan bahwa keputusan aset tersebut sepenuhnya diserahkan kembali kepada Bidang Aset Pemkot Mataram.


“Sudah kajian semua. Tinggal diputuskan Pak Wali. Intinya, kita serahkan asetnya, mau dijadikan apa, terserah nanti,” tutup Yusuf.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Sekolah #Mataram #Disdik Mataram