Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aturan "Satu Ritase" di Mataram: Camat Sandubaya Waspadai Munculnya TPS Liar

Sanchia Vaneka • Senin, 22 Desember 2025 | 12:51 WIB

 

Kendaraan roda tiga pengangkut sampah melintas di jalan raya.
Kendaraan roda tiga pengangkut sampah melintas di jalan raya.


LombokPost – Kebijakan baru terkait pembatasan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Mataram mulai menimbulkan kekhawatiran di wilayah hilir. Pembatasan yang hanya mengizinkan satu kali pengangkutan (ritase) per lingkungan per hari memicu potensi penumpukan sampah rumah tangga dan ancaman munculnya titik pembuangan sampah liar.

Camat Sandubaya, Henny Suyasi, mengungkapkan bahwa wilayahnya kini berada dalam posisi dilema. Sebelumnya, volume sampah di Sandubaya bisa diangkut hingga tiga kali dalam sehari. Namun, dengan pengetatan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, kapasitas tersebut dipangkas drastis.

"Persoalannya, jika biasanya tiga kali angkut kini hanya boleh satu ritasi, lalu sisa dua ritasi itu mau dikemanakan? Inilah yang menjadi fokus antisipasi kami agar warga tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau membakarnya," ujarnya.


Menghadapi tantangan ini, pihak Kecamatan Sandubaya melakukan intervensi masif dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari lurah, kepala lingkungan, RT, kader, hingga petugas Linmas. Fokus utamanya bukan lagi sekadar mengangkut, melainkan mengelola dan memilah.


Beberapa poin penting dalam strategi ini meliputi:
* Edukasi Petugas: Petugas sampah wajib memahami pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum menuju TPS.
* Efisiensi Antrean: Menghindari penolakan sampah di TPS Sandubaya akibat sampah yang belum terpilah.
* Kapasitas Mesin: Mengingat mesin insinerator hanya mampu mengolah 10 ton dari total 150 ton sampah harian, kerja sama masyarakat menjadi mutlak diperlukan.

Kecamatan Sandubaya juga memperketat pengawasan di titik-titik rawan, terutama di kawasan Mandalika. Henny menegaskan bahwa manajemen sampah di tingkat hulu harus diperbaiki agar tidak membebani wilayah hilir dengan aroma tidak sedap atau tumpukan sampah yang tidak terkelola.


Sebagai solusi jangka pendek, Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan dua lokasi alternatif untuk mengurai penumpukan di TPS utama.

"Kami tidak ingin ada TPS liar baru. Jangan sampai kondisi sulit ini ditambah dengan perilaku membuang sampah ke sungai," tegas Henny.

Senada dengan Camat Sandubaya, Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan penanganan sampah di Mataram adalah pemilahan dari sumbernya, yaitu rumah tangga.


"Tolong bantu kami. Ini permintaan sederhana, hanya memilah di rumah. Kalau masyarakat tidak mau berubah, kita akan terus menghadapi masalah yang sama," pungkas Denny.

Editor : Marthadi
#sampah #TPA Kebon Kongok #Sandubaya #Mataram