Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wali Kota Mataram: ASN Kemenag Harus Kuasai AI untuk Jaga Nilai Keagamaan di Ruang Digital

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 5 Januari 2026 | 11:51 WIB
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat menyerahkan penghargaan pada Hamdun atas kontribusi membangun Kota Wakaf.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat menyerahkan penghargaan pada Hamdun atas kontribusi membangun Kota Wakaf.

LombokPost — Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, menegaskan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di tengah percepatan transformasi digital. Penegasan itu disampaikan saat memimpin upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram.

Menurut Mohan, era AI menuntut perubahan cara kerja birokrasi. Termasuk oleh Aparatur Kemenag, kata dia, tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus tampil sebagai produsen nilai dan pengetahuan keagamaan yang kredibel, moderat, dan mencerahkan ruang digital.

“Kita hidup di era VUCA yang penuh ketidakpastian. ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan, bukan justru tertinggal atau terombang-ambing algoritma,” tegas Mohan, Sabtu (3/1).

Ia menilai penguasaan AI menjadi kunci menjaga kedaulatan nilai keagamaan di ruang publik digital. Tanpa keterlibatan aktif negara dan institusi keagamaan, ruang AI berpotensi dipenuhi narasi keagamaan yang dangkal, ekstrem, atau menyesatkan.

Dalam konteks itu, Mohan menekankan kerukunan umat beragama harus menjadi substansi utama yang juga hadir dalam transformasi digital. Kerukunan, menurutnya, tidak cukup dimaknai sebagai ketiadaan konflik, tetapi harus diwujudkan sebagai sinergi produktif yang mampu mengelola perbedaan secara konstruktif.

“Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial adalah fondasi berdirinya republik ini,” ujarnya di hadapan ratusan ASN dan tokoh lintas agama.

Pada peringatan HAB ke-80, Kementerian Agama memaparkan capaian strategis sepanjang 2025 melalui gerakan Kemenag Berdampak. Program ini menandai pergeseran orientasi layanan keagamaan agar kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga tingkat akar rumput.

Transformasi digital layanan keagamaan yang lebih transparan dan cepat menjadi salah satu capaian utama. Selain itu, penguatan kemandirian ekonomi umat melalui optimalisasi dana sosial keagamaan, reformasi pendidikan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan, serta penguatan harmoni sosial lewat Program Desa Sadar Kerukunan turut menjadi sorotan.

Mohan menilai rangkaian capaian tersebut harus diperkuat dengan literasi dan etika AI, agar digitalisasi layanan tidak hanya efisien, tetapi juga berkeadaban dan berpihak pada nilai kemanusiaan.

Pada puncak peringatan HAB ke-80, Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB memberikan penghargaan kepada 11 tokoh dan lembaga yang dinilai konsisten mengimplementasikan nilai-nilai Asta Protas Kemenag.

Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam penguatan kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan pendidikan keagamaan, serta inovasi digitalisasi layanan.

“Capaian strategis seperti terpilihnya Kota Mataram sebagai Kota Wakaf 2025, penguatan Desa Sadar Kerukunan, hingga tata kelola KUA yang unggul dan akuntabel merupakan hasil kolaborasi lintas sektor,” ujar Zamroni.

Sejumlah penerima penghargaan antara lain Hamdun dan Muchtar atas kontribusi mewujudkan Kota Mataram sebagai Kota Wakaf 2025; Desa Labuhan Badas di Sumbawa dan Desa Bentek di Lombok Utara sebagai Desa Sadar Kerukunan 2025; serta tokoh lintas agama dan pendidik yang dinilai aktif mendorong layanan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Wakaf #HAB Kemenag #ai #Mohan Roliskana #kerukunan umat agama