Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hari Pertama Full-Day School: Siswa Ngantuk, Jalanan Makin Lancar!

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 12 Januari 2026 | 23:01 WIB
Sejumlah siswa SMP tengah berjalan pulang sore hari setelah menjalani Full-Day School hari pertama.
Sejumlah siswa SMP tengah berjalan pulang sore hari setelah menjalani Full-Day School hari pertama.

 

LombokPost – Pelaksanaan Full-Day School (FDS) mulai dijalankan di sejumlah sekolah. Hari pertama kebijakan ini menghadirkan dua potret kontras namun saling terkait: siswa yang mengantuk tapi gembira di ruang kelas, serta lalu lintas kota yang terasa lebih longgar pada jam pulang sekolah.

Salah satu tempat pelaksanaan uji coba FDS di SDN 7 Mataram. Di sekolah ini, siswa-siswi menjalani hari belajar lebih panjang dari biasanya, dengan rangkaian kegiatan yang dipadatkan hingga sore hari.

Adresia, siswa kelas 3 SDN 7 Mataram, mengaku menikmati hari pertamanya mengikuti Full Day School. “Tapi tadi ketiduran,” ungkapnya polos, seusai pulang sekolah, Senin (12/1). 

Apa yang dialaminya tentang rasa lelah dan ngantuk juga dialami siswa yang lain. “Pelajarannya banyak,” imbuhnya.  

Meski demikian, banyaknya aktivitas membuat sekolah terasa lebih seru, meski tubuh tetap memberi sinyal lelah. “Tapi seru,” ujarnya.

Rasa kantuk itu bahkan sempat membuat Adresia tertidur sejenak di kelas. Namun ia tak menganggapnya sebagai pengalaman buruk. 

Setelah mengikuti kegiatan berikutnya, semangatnya kembali muncul. Ia kembali menikmati suasana belajar hingga waktu pulang tiba.

Pengalaman Adresia mencerminkan perasaan banyak siswa di hari pertama FDS. Meski harus bertahan lebih lama di sekolah, mereka mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler beragam. 

Sistem ini juga menghadirkan “imbalan” yang disukai anak-anak: waktu libur akhir pekan yang lebih panjang.

Dengan sekolah dipadatkan dari Senin hingga Jumat, para siswa menyambut gembira. Kesempatan untuk libur penuh pada Sabtu dan Minggu. 

Baca Juga: Dukung NTB Makmur Mendunia, Haerunnisa Tegaskan Tidak Ada Dualisme KNPI di NTB

Hal ini membuat mereka mengaku lebih bersemangat berangkat sekolah. Meski harus menahan rasa kantuk di jam-jam tertentu.

Pantauan harian Lombok Post menunjukkan dampak lain yang cukup mencolok dari penerapan Full Day School. Arus lalu lintas sore hari. Sekitar pukul 15.00 WITA, siswa dari jenjang SD hingga SMP terpantau telah pulang seluruhnya.

Menariknya, arus kendaraan di sejumlah ruas jalan utama justru terlihat lebih longgar dibandingkan hari-hari sebelumnya. Biasanya, kepadatan lalu lintas terjadi pada pukul 12.00–13.00 WITA, saat jam pulang sekolah bertepatan dengan jam istirahat atau jam pulang karyawan.

Ruas-ruas jalan yang selama ini dikenal rawan kemacetan, seperti Jalan Pejanggik, kawasan Cakranegara, terutama depan Kantor Bank Indonesia dan sekitar SMP 15, kemarin tampak lebih longgar. Antrean kendaraan tidak sepanjang biasanya, sehingga mobilitas warga terasa lebih lancar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan laporan petugas di lapangan menunjukkan arus lalu lintas pada jam kepulangan siswa memang lebih landai.

“Pantauan anggota kami memang lebih landai dari jam kepulangan sebelumnya. Tapi ini baru hari pertama, jadi belum bisa disimpulkan. Kami akan evaluasi dalam waktu seminggu,” ujarnya.

Menurutnya, faktor utama terurainya kemacetan adalah perbedaan jam pulang siswa dengan jam istirahat karyawan. Jika sebelumnya jam pulang sekolah beririsan dengan jam istirahat pekerja kantor, kini kepulangan siswa FDS bergeser ke sekitar pukul 15.00 WITA.

“Karena tidak bersamaan, kepadatan bisa terurai. Ini sesuai dengan realitas di lapangan,” katanya.

Meski demikian, kondisi berbeda masih terjadi pada pagi hari. Pada jam masuk sekolah, arus lalu lintas tetap padat karena jam berangkat siswa masih bersamaan dengan jam berangkat kerja pegawai negeri maupun swasta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf Zaini menjelaskan, pelaksanaan FDS untuk jenjang SMP diterapkan di seluruh SMP negeri di Kota Mataram, mulai dari SMP 1 hingga SMP 24.

Baca Juga: HUT Ke-58 SMKN 4 Mataram, Wagub NTB Tekankan Anti Perundungan dan SDM Global 

“Untuk tingkat SD, FDS masih diterapkan secara bertahap di sejumlah sekolah pada enam kecamatan,” paparnya. 

Di Kecamatan Selaparang, misalnya, FDS baru diterapkan di tujuh SD negeri, yakni SDN 1 Mataram, SDN 33 Mataram, SDN 9 Mataram, SDN 8 Mataram, SDN 34 Mataram, SDN 5 Mataram, dan SDN 7 Mataram. Selain itu, dua SD swasta, yakni SD Al Iqro dan SD Aisyiyah 1 Mataram, sebelumnya telah lebih dulu menerapkan FDS.

Dalam skema ini, jam belajar SMP berlangsung pukul 07.30–15.40 WITA, sedangkan SD pukul 07.30–14.30 WITA pada Senin hingga Kamis. Khusus Jumat, seluruh jenjang belajar hingga pukul 11.00 WITA. 

Yusuf menegaskan, selama FDS kegiatan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan mental dan spiritual siswa. “Pelaksanaan FDS ini akan terus dievaluasi secara berkala, termasuk menerima masukan dari sekolah, guru, dan wali murid,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#full day school #SDN 7 Mataram #Hari Pertama FDS #Kemacetan Lalu Lintas #Sekolah negeri