LombokPost – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi ramah lingkungan di Ibu Kota Provinsi NTB. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah tengah mematangkan kolaborasi dengan PT PLN (Persero) untuk memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di ruang publik.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengungkapkan bahwa kawasan Taman Sangkareang dipilih menjadi lokasi perdana penambahan fasilitas ini. Rencananya, tiga unit SPKLU akan segera terpasang di area yang merupakan jantung aktivitas warga Mataram tersebut.
Saat ini, proses administrasi terkait penempatan SPKLU sedang memasuki tahap akhir. Denny menjelaskan bahwa pihaknya sedang merampungkan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak PLN.
“Saat ini masih kita godok untuk kerja sama dengan PLN. Rencananya kita akan tempatkan tiga unit SPKLU di Sangkareang,” ujar Denny.
Pemilihan Taman Sangkareang dinilai sangat strategis mengingat fungsinya sebagai pusat keramaian sekaligus Ruang Terbuka Hijau (RTH) utama di Kota Mataram. Fasilitas ini diharapkan memudahkan para pengguna mobil listrik saat sedang beraktivitas di tengah kota.
Baca Juga: DLH Mataram Beri Peringatan Keras: Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Kelola Sampah Mandiri
Penempatan di Sangkareang hanyalah langkah awal. Denny memberikan sinyal kuat bahwa infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik akan terus ditambah ke lokasi-lokasi strategis lainnya, terutama di titik-titik RTH yang tersebar di wilayah Mataram.
“Sejauh ini baru tiga unit itu yang akan selesai MoU-nya. Setelah itu, baru nanti kita kerjasamakan lagi untuk penempatan di tempat lain, terutama di ruang terbuka hijau kita,” imbuh mantan Kepala Dinas Pariwisata ini.
Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung siap sebelum penggunaan kendaraan listrik di tengah masyarakat menjadi masif. Keberadaan SPKLU di tempat umum bertujuan menghilangkan kekhawatiran warga terhadap kapasitas baterai saat berkendara.
Selain mengikuti tren teknologi, penguatan ekosistem kendaraan listrik ini didorong oleh misi penyelamatan lingkungan. Penggunaan kendaraan listrik diyakini menjadi solusi nyata untuk menekan angka polusi udara di area perkotaan.
Editor : Redaksi Lombok Post