Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pohon Tumbang saat Hujan Lebat, DLH Mataram: Sulit Diprediksi

Sanchia Vaneka • Rabu, 14 Januari 2026 | 22:15 WIB

 

Petugas dari DLH Kota Mataram memangkas pohon di depan Taman Sangkareang.
Petugas dari DLH Kota Mataram memangkas pohon di depan Taman Sangkareang.
 

LombokPost – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang kembali memakan korban di Kota Mataram. Sebuah pohon asam berukuran besar di wilayah Abian Tubuh, Kecamatan Cakranegara, tumbang dan menimpa dua unit kendaraan roda empat yang tengah terparkir di bawahnya.

Kejadian ini menjadi alarm bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram untuk memperketat mitigasi pohon peneduh jalan.

Kepala Dinas LH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, fenomena pohon tumbang di tengah cuaca buruk sulit diprediksi secara akurat. Meski pihaknya rutin melakukan perantingan, kondisi fisik luar pohon sering kali menipu mata.

“Pohon yang di Abian Tubuh itu kalau dilihat dari luar tampak sangat kokoh. Namun, setelah kita evakuasi dan analisa, ternyata bagian tengah pohon asam itu sudah keropos di dalamnya,” kata Denny.

Baca Juga: DLH Mataram Beri Peringatan Keras: Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Kelola Sampah Mandiri 

Denny berkilah, jika melihat populasi pohon di ibu kota yang mencapai 6.300-an batang, insiden satu pohon tumbang tersebut dinilai masih dalam batas wajar di tengah hantaman angin kencang. Ia mengklaim tim Satgas DLH telah bekerja maksimal melakukan penyisiran setiap hari.

Alhamdulillah, dari ribuan pohon yang kita miliki, bisa dikatakan cuma satu yang tumbang. Memang kondisinya sedang tidak memungkinkan karena cuaca sangat ekstrem. Mungkin pohon itu memang bagian dari yang belum sempat tertangani secara mendalam,” dalihnya.

Ketiadaan teknologi menjadi kendala utama DLH dalam mendeteksi kesehatan pohon. Denny mengakui hingga saat ini Pemkot Mataram belum memiliki alat ultrasonik atau sensor khusus untuk mengecek keropos tidaknya batang pohon secara digital. Rencana pengadaan alat tersebut pun dipastikan batal.

Baca Juga: Arbeloa Mulai Era Baru Real Madrid, Albacete Jadi Ujian Perdana

“Kita belum punya alat pendeteksi keropos. Kita tidak jadi beli. Jadi langkah antisipasi yang paling realistis saat ini adalah dengan rutin melakukan perantingan untuk mengurangi beban beban pohon tersebut agar tidak mudah goyah saat ditiup angin,” jelas mantan Kepala Dinas Pariwisata ini.

Menindaklanjuti instruksi Wali Kota Mataram terkait mitigasi musim hujan, DLH kini kembali memfokuskan perantingan di jalur-jalur protokol, terutama di Jalan Pejanggik. Kawasan tersebut menjadi prioritas karena didominasi oleh pohon-pohon berukuran raksasa yang usianya sudah puluhan tahun.

“Begitu ada laporan pohon tumbang, tim langsung bergerak melakukan evakuasi bersama BPBD dan pihak kelurahan. Fokus kita sekarang mempercepat perantingan di Pejanggik karena pohon di sana sudah sangat tua dan besar. Kami minta warga tetap waspada saat melintas di bawah pohon besar ketika hujan turun,” tandasnya. 

 

Editor : Marthadi
#bmkg #DLH MATARAM #Mataram #Pohon Tumbang #DLH #Hujan