Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Makin Semerawut, PKL di Eks Bandara Selaparang Meluber ke Jalan!

Sanchia Vaneka • Jumat, 16 Januari 2026 | 20:42 WIB


Eks Bandara Selaparang
Eks Bandara Selaparang

LombokPost - Kawasan Eks Bandara Selaparang hingga lingkaran Rembiga kini berubah menjadi titik kemacetan baru. Menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang meluber hingga ke bahu jalan disinyalir menjadi penyebab utama penyempitan arus lalu lintas di jalur strategis tersebut.

“Ya itu sudah coba kita fasilitasi dengan kelurahan masih membatasi jam,” kata Kepala Satpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, Kamis (15/1).

Satpol PP Kota Mataram mengidentifikasi, keberadaan pedagang di badan jalan dipicu oleh ketiadaan ruang bagi UMKM di dalam area bandara. Padahal, awalnya terdapat rencana untuk merelokasi para pedagang ke dalam area lahan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Khusus di Eks Bandara Selaparang, awalnya ada wacana pedagang diakomodir di dalam lahan oleh pihak pengelola. Namun, karena sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai Perjanjian Kerja Sama (PKS), pedagang akhirnya menggunakan badan jalan,” jelasnya.

Baca Juga: Proyek Penataan Eks Bandara Selaparang Tertunda, Pemkot Mataram Berharap Tak Ada Perubahan Draft Perjanjian

Hingga saat ini, status administrasi lahan tersebut masih terganjal, sehingga rencana penataan pedagang urung terlaksana. Ketiadaan PKS ini membuat sekitar 30 hingga 40 PKL aktif di kawasan tersebut untuk mendirikan lapak di atas trotoar dan sempadan jalan. Selain memicu kemacetan parah pada jam sibuk seperti sore hari, masalah estetika juga menjadi sorotan karena banyaknya pedagang yang meninggalkan lapak permanen atau rombong di atas fasilitas umum setelah jam operasional berakhir.

“Ya pedagang jangan mau enaknya saja juga lah,” ucapnya.

Padahal, penataan Eks Bandara Selaparang dinilai sangat krusial sebagai bagian dari rencana besar menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Mataram. Sambil menunggu kejelasan administrasi, Satpol PP tetap melakukan pengawasan intensif agar aktivitas perdagangan tidak semakin menutup akses publik dan merugikan pengguna jalan.

“Ya kita lihat dulu, masih dalam proses kebijakan dulu. Kalau memang waktunya kita tindak ya kita tindak,” ucapnya.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#PKL #Mataram #pedagang kaki lima #NTB (beritantb) - Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Area (KITA) di Mataram #Eks Bandara