LombokPost — Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi bersih-bersih Pantai Bintaro, Kota Mataram, sebagai bagian dari gerakan merawat lingkungan pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan dan perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri serta Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Rachmat Hidayat.
Ketua BAGUNA NTB Nyayu Ernawati mengatakan, aksi bersih pantai tersebut merupakan langkah awal dari rangkaian program lingkungan yang secara berkelanjutan akan dilakukan oleh kader PDI Perjuangan bersama masyarakat. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan sampah pesisir dan penanaman pohon cemara udang sebagai upaya mitigasi abrasi.
“Ini adalah perintah langsung dari Ketua Umum ibu Megawati Soekarnoputri dan juga Ketua DPD PDI Perjuangan bapak Haji Rachmat Hidayat Kita diminta untuk merawat pertiwi, merawat bumi, dimulai dari hal yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, yaitu lingkungan sekitar,” kata Nyayu Ernawati usai kegiatan, Selasa (20/1/2026).
Pantai Bintaro dipilih sebagai lokasi awal karena dinilai memiliki tingkat kerawanan abrasi serta penumpukan sampah yang cukup tinggi. Kawasan pantai yang berada di belakang Rusunawa itu selama ini menjadi ruang publik warga, namun minim sentuhan penataan lingkungan.
Dalam kegiatan bersih-bersih tersebut, BAGUNA melibatkan sekitar 100 orang peserta yang terdiri dari kader partai, relawan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Dari aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 50 karung sampah, yang didominasi sampah organik seperti daun-daunan, serta sampah plastik rumah tangga.
Nyayu menegaskan, keterlibatan warga menjadi kunci utama dalam gerakan ini. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan pada organisasi atau pemerintah semata, melainkan harus tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat.
“Kami sengaja melibatkan warga sekitar supaya ada rasa memiliki. Kalau lingkungan ini dirawat bersama, maka kecintaan terhadap tempat tinggalnya juga akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Aksi bersih pantai ini tidak berhenti di satu titik. BAGUNA NTB berencana melanjutkan kegiatan serupa secara bertahap hingga menyusuri seluruh garis Pantai Bintaro dari ujung ke ujung. Setelah pembersihan, agenda berikutnya adalah penanaman pohon cemara udang.
Nyayu mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 1.000 bibit cemara udang yang akan ditanam di sepanjang pesisir Pantai Bintaro. Pohon tersebut dipilih karena memiliki fungsi ekologis untuk menahan abrasi dan memperkuat struktur tanah pantai.
“Abrasi ini nyata dan terus bergerak menggerus daratan. Kalau tidak kita tanami dari sekarang, lama-lama pantai ini bisa habis. Cemara udang adalah tanaman yang direkomendasikan untuk menahan laju abrasi,” jelasnya.
Penanaman cemara udang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Namun, Nyayu menegaskan esensi utama kegiatan tetap pada keberlanjutan lingkungan, bukan seremonial semata.
Lebih jauh, Nyayu juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat Kota Mataram agar lebih peduli terhadap persoalan sampah, khususnya sampah plastik. Ia mendorong masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah.
“Kita harus mulai mengurangi penggunaan plastik. Kalau bisa, kembali ke cara-cara alami. Makan pakai daun, misalnya. Daun itu mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan,” katanya.
Menurutnya, krisis sampah yang dihadapi kota-kota besar, termasuk Mataram, tidak bisa diselesaikan tanpa perubahan pola konsumsi masyarakat. Kesadaran individu dinilai menjadi fondasi utama sebelum kebijakan yang lebih besar dijalankan.
“Kegiatan ini bukan untuk hari ini saja, tapi untuk keberlangsungan anak cucu kita ke depan. Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan, lalu siapa lagi?” pungkas Nyayu Ernawati.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin