Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mataram Darurat Sampah! Petugas Roda Tiga Ramai-ramai ke Kantor Wali Kota

Sanchia Vaneka • Selasa, 20 Januari 2026 | 23:00 WIB

Roda tiga geruduk kantor wali kota mataram
Roda tiga geruduk kantor wali kota mataram


MATARAM – Puluhan petugas pengangkut sampah roda tiga dari berbagai kelurahan melakukan aksi protes dengan mendatangi kantor Wali Kota Mataram, Senin (19/1). Aksi ini dipicu oleh kebijakan pembatasan ritase di Tempat Pembuangan Akhir (TPAR) Kebon Kongok yang dinilai kian mencekik dan memicu penumpukan sampah di jantung kota.


Pembatasan ini berdampak langsung pada manajemen kebersihan di tingkat kelurahan, di mana sampah-sampah rumah tangga kini tertahan lebih lama di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Ketua RT Lawata, Dedi Andriadi, yang mendampingi para petugas mengungkapkan bahwa kuota pembuangan ke TPAR Kebon Kongok mengalami penurunan yang sangat signifikan.


"Kondisinya sudah darurat. Dari yang semula 14 kali, kini menyusut drastis menjadi hanya dua truk yang diperbolehkan masuk. Truk harus berangkat jam 9 pagi, mengantre lama, dan baru bisa membuang sampah sekitar jam 3 sore. Telat sedikit sampai jam 4 sore, pintu TPA sudah ditutup," jelas Dedi.


Dampak dari pembatasan ini adalah efektivitas pengangkutan yang menurun, sehingga sampah di berbagai titik kota tidak terangkut secara maksimal.

Selain masalah di TPA, warga di sekitar TPS Lawata kembali menyuarakan tuntutan relokasi. Menurut Dedi, warga sudah puluhan tahun menderita akibat aroma busuk dan polusi udara yang ditimbulkan oleh TPS yang kapasitasnya kini sudah menyerupai TPA.

 “Janji relokasi ini sudah sejak zaman Pak Wali Moh Ruslan, sudah 25 tahun tapi belum tuntas. Coba Bapak (pejabat) duduk di depan tempat sampah dari pagi sampai sore, saya jamin kepala pasti pusing sebelah,” cetusnya.

warga mendesak untuk segera memindahkan lokasi TPS tersebut karena lokasinya yang sudah tidak layak di tengah pemukiman padat dan paparan penyakit yang menghantui masyarakat sekitar.

Merespons rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram terkait pengoperasian TPS Mobile menggunakan dump truck, Dedi mengingatkan agar skema tersebut dipersiapkan dengan matang. Ia menekankan agar operasional truk sampah tidak memicu kemacetan baru, terutama di jalur sempit seperti Jalan Pemuda.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#sampah #TPAR Kebon Kongok #DLH MATARAM #Mataram #tps