LombokPost – Setelah puluhan tahun menjadi keluhan warga, Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya memberikan kepastian. TPS Lawata yang berlokasi di tengah permukiman padat dan dekat area sekolah dipastikan akan ditutup total pada akhir tahun 2026 mendatang.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengakui bahwa keberadaan TPS di lokasi tersebut sudah tidak ideal. Saat ini, volume sampah di TPS Lawata mencapai angka fantastis, yakni 150 ton, sementara kapasitas angkut harian baru mencapai seperempatnya.
Sebagai langkah transisi menuju penutupan permanen, DLH Mataram memperkenalkan skema TPS Mobile. Mulai saat ini, pola pembuangan sampah di kawasan Lawata akan diubah secara total guna menjaga estetika dan kesehatan lingkungan.
* Penyediaan Armada: Sebanyak 10 unit dump truck akan disiagakan di area TPS Lawata.
* Mekanisme Langsung: Petugas sampah roda tiga dilarang keras membuang sampah ke lantai atau tanah. Sampah harus langsung dipindahkan ke atas truk yang telah siaga.
* Alih Fungsi Lahan: Lahan TPS Lawata nantinya hanya akan digunakan sebagai tempat parkir dump truck, bukan lagi sebagai titik penumpukan sampah terbuka.
"Kami juga akan mengatur jam buang mulai pukul 18.00 WITA hingga 06.00 WITA. Tujuannya agar distribusi sampah lebih teratur dan tidak terjadi antrean panjang yang mengganggu lalu lintas,” jelas Denny.
Meskipun rencana relokasi sudah matang sejak tiga bulan lalu, Denny mengakui adanya kendala teknis di lapangan. Menemukan lahan kosong di wilayah perkotaan Mataram tidaklah mudah, ditambah adanya potensi resistensi atau penolakan dari masyarakat di sekitar calon lahan baru.
Namun, Denny memastikan pihaknya terus bergerak mencari solusi terbaik agar pemindahan bisa berjalan mulus tanpa menimbulkan konflik sosial.
Relokasi TPS Sandubaya ke Babakan
Selain fokus di Lawata, DLH juga tengah mempercepat pemindahan operasional pengolahan sampah di wilayah timur kota. TPS Sandubaya dijadwalkan akan dialihkan ke kawasan Babakan dalam waktu dekat.
“Targetnya minggu ini mulai berproses. Infrastruktur penunjang termasuk akses jalan sedang dirampungkan. Sementara untuk teknologi insinerator akan tetap dioperasikan di sana sebagai bagian dari optimalisasi pengolahan sampah,” pungkasnya.