LombokPost – Sebanyak 813 jemaah haji reguler asal Kota Mataram resmi melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) per 23 Januari 2026. Jumlah ini mencakup sebagian besar dari total kuota Mataram sebanyak 854 orang.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, menyatakan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan percepatan administrasi bagi sisa jemaah yang belum tuntas, termasuk pengumpulan paspor dan penelusuran kendala kesehatan maupun finansial.
Progres positif ini merupakan buah sinergi antara Pemkot Mataram, Kemenag, dan IPHI. Selain kuota reguler, tercatat ada 337 jemaah cadangan yang disiapkan untuk mengisi dinamika kuota di tingkat Provinsi NTB.
"Masih ada 41 jemaah yang sedang kita telusuri. Kami terus dorong agar dokumen dan paspor segera tuntas," ujar Lalu Martawang.
Strategi Baru: Pendampingan Jemaah Lansia
Salah satu sorotan utama musim haji 2026 adalah tingginya jumlah jemaah lanjut usia. Dari total kuota, terdapat sekitar 300 jemaah lansia.
Untuk mengantisipasi tantangan ini, Pemkot Mataram menginstruksikan perubahan manajemen kloter:
* Kombinasi Kamar Hotel: Jemaah lansia dilarang ditempatkan dalam satu kamar yang sama. Penempatan akan dicampur dengan jemaah yang lebih muda/mandiri.
* Sistem Pendampingan Sukarela: Jemaah sehat didorong untuk membantu rekan lansia selama di Makkah dan Madinah.
* Pengawasan Ketat: Memastikan tidak ada penumpukan lansia di satu titik guna memudahkan pengawasan tim medis.
Manasik haji tingkat Kota Mataram dijadwalkan pada Februari 2026. Tahun ini, Pemkot menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pemahaman jemaah:
* Simulasi Virtual: Memberikan gambaran nyata kondisi lapangan di Arab Saudi agar jemaah tidak bingung saat tiba di lokasi.
* Materi Interaktif: Fokus pada rukun haji dan penggunaan teknologi visual.
* Materi Khusus Fikih Wanita: Memberikan pemahaman tuntas mengenai ibadah dalam kondisi khusus bagi jemaah perempuan.
Belajar dari evaluasi haji 2025, Mataram akan mengirimkan tiga petugas inti (dua layanan umum dan satu dokter). Para petugas diwajibkan menyusun rencana darurat (Plan A, B, dan C) untuk menangani dinamika di lapangan.
Pemerintah memprediksi jemaah asal Mataram akan terbagi ke dalam:
* 2 Kloter Utuh
* 1 Kloter Gabungan