LombokPost — Festival Durian Lokal yang digelar di kawasan wisata Loang Baloq, Kota Mataram, disambut antusias masyarakat. Baru sehari berlangsung, hampir 2.000 buah durian dilaporkan laku terjual, meski kegiatan sempat diguyur hujan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, mengatakan festival ini hanya berlangsung selama dua hari. Harga durian yang ditawarkan pun berada di bawah harga pasar karena transaksi dilakukan langsung antara pembeli dan petani.
“Baru hari pertama saja sudah hampir 2.000 buah terjual. Harganya di bawah harga pasar karena langsung dari petani,” ujar Cahya, Minggu (1/2/2026)
Festival ini diikuti 17 petani dan pedagang durian dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Timur. Konsep kegiatan dirancang untuk mendekatkan petani dengan konsumen, sekaligus memberi ruang promosi bagi durian lokal tanpa mengganggu pasar durian di Kota Mataram.
“Karena hanya dua hari, ini tidak merusak pasar durian di Mataram. Setelah festival selesai, masyarakat tetap akan kembali belanja ke pedagang durian di kota,” jelasnya.
Selain penjualan, festival juga diramaikan dengan kontes durian lokal. Sejumlah varietas lokal dilombakan, di antaranya Dirian Selolos, KLU, dan Kelotok. Seluruh durian yang dikonteskan merupakan durian lokal, tanpa melibatkan varietas impor.
Kasi Intel Kejari Mataram Harun Al Rasyid, yang didapuk sebagai juri dalam lomba kontes durian lokal, menegaskan pentingnya dukungan terhadap petani daerah agar mampu bersaing di tengah gempuran durian luar.
“Petani lokal harus terus kita dukung. Durian lokal kualitasnya tidak kalah dan harus mampu bersaing dengan durian luar. Kegiatan seperti ini memberi ruang bagi petani untuk menunjukkan kualitas durian daerah,” tegas Harun.
Ia menilai kontes durian menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kepercayaan petani terhadap produk lokal, sekaligus mendorong masyarakat agar lebih mencintai durian daerah sendiri.
Menariknya, festival durian ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. Kegiatan digelar melalui kolaborasi dengan pihak swasta, yakni Project Gemilang.
Dari sisi pariwisata, festival durian juga dinilai memberi dampak positif. Sejumlah wisatawan mancanegara tampak hadir di lokasi, diduga datang atas rekomendasi agen perjalanan.
Pemkot Mataram pun membuka peluang agar festival durian lokal ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, dengan jumlah petani peserta yang lebih banyak ke depan.
Owner Project Gemilang, Nazri, mengatakan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan festival sebagai bentuk kontribusi sektor swasta dalam penguatan ekonomi petani lokal.
“Kami ingin kegiatan seperti ini bisa terus berjalan. Selain menggerakkan ekonomi petani, festival durian juga menjadi hiburan dan daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin