Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinsos Mataram Tertibkan Manusia Silver, Mayoritas Pendatang!

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:10 WIB

Tim dari Dinsos Kota Mataram saat menertibkan manusia silver di simpang Paneraga, Kota Mataram.
Tim dari Dinsos Kota Mataram saat menertibkan manusia silver di simpang Paneraga, Kota Mataram.

LombokPost — Pemerintah Kota Mataram kembali menertibkan aktivitas manusia silver yang beroperasi di sejumlah persimpangan jalan. Dalam operasi terbaru, petugas menjaring seorang pria bernama Krisnadi Putra (38), warga asal Solo, di simpang Panaraga, sebelah selatan kota, pada Minggu (1/2) sore.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Lalu Samsul Adnan, mengatakan penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan. “Yang bersangkutan langsung kami data dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi aktivitas sebagai manusia silver lagi,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Menurut Samsul, pendataan menjadi langkah awal sebelum menentukan bentuk penanganan lanjutan. Apalah berupa pembinaan berkelanjutan, rujukan ke layanan sosial, atau koordinasi dengan instansi terkait di daerah asal.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial, Dinas Sosial Kota Mataram Farid Wajdi. Ia mengungkapkan, mayoritas manusia silver yang terjaring penertiban merupakan pendatang dari luar daerah.

“Kebanyakan mereka datang dari luar daerah. Pernah ada sekitar dua sampai tiga orang yang kami kembalikan ke daerah asal. Untuk pemulangan lintas provinsi, biasanya ditangani Dinas Sosial tingkat provinsi,” jelasnya.

Farid menambahkan, keberadaan manusia silver di persimpangan jalan berpotensi mengganggu kenyamanan lalu lintas. Meskipun hingga kini belum ada laporan resmi terkait tindakan pemaksaan atau ancaman terhadap pengguna jalan.

“Namun dalam kondisi tertentu, aktivitas ini membahayakan keselamatan mereka sendiri dan pengendara. Selain itu, ada kekhawatiran potensi eksploitasi, termasuk terhadap anak,” katanya.

Atas dasar itu, penertiban dinilai perlu dilakukan untuk memastikan jalanan di ibu kota provinsi tetap tertib, aman, dan nyaman. “Kami merasa bertanggung jawab menjaga keselamatan bersama, khususnya di titik-titik rawan lalu lintas,” imbuhnya.

Farid menyebut adanya laporan dari masyarakat sebagian manusia silver diduga menenggak minuman keras sebelum beraksi. Meski demikian, laporan tersebut masih bersifat terbatas dan belum dapat dijadikan simpulan.

“Karena itu tetap dilakukan penertiban oleh dinas terkait,” tegasnya.

Dinas Sosial menegaskan, pihaknya tidak menutup diri terhadap para pendatang yang ingin mencari penghidupan di Mataram. Namun, yang ditekankan adalah mereka datang dengan kemampuan dan keterampilan memadai.

Bukan dengan cara meminta-minta atau menjual simpati di jalan. “Kami mendorong agar mereka mencari hidup yang lebih baik dengan skill, bukan melalui aksi-aksi yang mengeksploitasi rasa iba,” kata Farid.

Baca Juga: Setelah Jean Philippe Mateta Gagal, AC Milan Sempat Lirik Dusan Vlahovic, tapi juga Gagal

Ia menambahkan, aktivitas manusia silver, badut jalanan, maupun bentuk meminta-minta lainnya di ruang publik, khususnya di kawasan yang membutuhkan kelancaran arus lalu lintas, masuk dalam kategori mengganggu keamanan dan ketertiban.

Karena itu, pemerintah kota akan terus melakukan penindakan dan pembinaan secara berkelanjutan. Dibarengi dengan koordinasi lintas daerah untuk menekan fenomena serupa.

Masyarakat juga diimbau tidak memberikan uang di jalan, karena hal tersebut justru memperpanjang praktik manusia silver. “Jika ingin membantu, salurkan melalui lembaga resmi atau program sosial yang tersedia,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#manusia silver Mataram #penertiban manusia silver #simpang Panaraga #Dinas Sosial Kota Mataram #ketertiban lalu lintas