Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RSUD H. Moh. Ruslan Raih TOP BUMD Awards 2026 #4 Stars

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:55 WIB

 

MEGAH: Tampilan depan RSUD Kota Mataram dan para pengunjung yang datang.
MEGAH: Tampilan depan RSUD Kota Mataram dan para pengunjung yang datang.

 


LombokPost – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram ini resmi ditetapkan sebagai penerima TOP BUMD Awards 2026 kategori BLUD-RSUD #4 Stars.

Ini adalah sebuah penghargaan bergengsi tingkat nasional yang menilai kinerja, inovasi, dan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di seluruh Indonesia.

Penetapan tersebut tertuang dalam surat resmi panitia penyelenggara TOP BUMD Awards 2026 tertanggal 9 Februari 2026, yang menyampaikan keputusan Dewan Juri setelah melalui proses penilaian objektif dan independen berbasis corporate rating.

Tak hanya itu, dalam ajang yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) tersebut, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., meraih penghargaan TOP Pembina BUMD 2026. Selanjutnya, Direktur RSUD H. Moh. Ruslan dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., juga dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2026.


“Penghargaan ini bukan hanya untuk manajemen, tetapi untuk seluruh tenaga medis dan nonmedis yang setiap hari bekerja dengan dedikasi tinggi melayani masyarakat,” kata dr. Eka, Rabu (11/2).


Menurutnya, predikat BLUD-RSUD #4 Stars menunjukkan bahwa rumah sakit daerah mampu bersaing secara nasional. Dalam aspek kinerja, tata kelola, kualitas layanan, serta kontribusi terhadap pembangunan daerah.


“TOP BUMD Awards menilai achievement, improvement, dan contribution. Artinya, rumah sakit tidak hanya dinilai dari pelayanan medis semata, tetapi juga dari tata kelola yang profesional dan dampaknya bagi masyarakat,” jelasnya.


Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melakukan transformasi layanan kesehatan di Kota Mataram. “Kami berkomitmen menjadikan RSUD H. Moh. Ruslan sebagai rumah sakit yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tegasnya.


Dr. Eka juga menyebut keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Mataram sebagai pembina BLUD. Memberikan ruang inovasi dan penguatan sistem manajemen berbasis kinerja.


“Sinergi antara pembina, manajemen, dan seluruh jajaran menjadi kunci. Tanpa dukungan pemerintah daerah, capaian ini tidak mungkin terwujud,” katanya.


TOP BUMD Awards sendiri dikenal sebagai ajang penghargaan terbesar bagi BUMD di Indonesia. Penilaian berbasis kinerja bisnis, kualitas layanan, serta kontribusi terhadap perekonomian daerah.


Penilaian dilakukan secara komprehensif oleh dewan juri independen dari kalangan profesional dan akademisi. Dengan capaian ini, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram semakin mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit daerah yang tidak hanya unggul dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga profesional dalam tata kelola dan manajemen.


“Penghargaan ini adalah amanah. Tugas kami berikutnya adalah menjaga dan meningkatkan standar pelayanan agar kepercayaan masyarakat semakin kuat,” tegasnya.


Untuk diketahui, pencapaian ini bukanlah capaian yang lahir secara instan. Di balik penghargaan tersebut, tersaji transformasi manajemen strategis dan penguatan kinerja bisnis yang terukur dalam beberapa tahun terakhir.


Dalam presentasi penjurian bertajuk SMART RSUD (Strategic Management & Revenue Transformation), manajemen RSUD H. Moh. Ruslan memaparkan arah kebijakan. Menempatkan rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik berstandar internasional dengan pendekatan patient centered care dan penguatan pengalaman pasien (patient experience).


Dr. Eka menegaskan transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga pada tata kelola bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

“Sebagai BLUD, kami harus mampu menjaga keseimbangan antara fungsi pelayanan publik dan kinerja keuangan. Keduanya tidak boleh dipisahkan,” ujarnya.


Data yang dipaparkan menunjukkan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) secara konsisten. Pada 2022, realisasi IKM berada di angka 88,39 persen, meningkat menjadi 95,88 persen pada 2023, dan terus stabil di atas 95 persen hingga 2025 dengan capaian 96,14 persen.


Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga menunjukkan tren membaik, mendekati 100 persen pemenuhan indikator layanan. “Angka ini menjadi bukti bahwa kualitas pelayanan kami tidak hanya diklaim, tetapi diukur secara objektif,” katanya.


Dari sisi pendapatan, RSUD mencatat realisasi pendapatan 2024 sebesar Rp 226,6 miliar dari target Rp 210 miliar (107,8 persen). Pada 2025, realisasi mencapai Rp 265,2 miliar dari target Rp 239,2 miliar atau 110,87 persen.


Sumber pendapatan terbesar berasal dari klaim JKN yang mencapai sekitar 90–93 persen setiap tahunnya. Sementara sisanya berasal dari pasien umum, asuransi lain, serta unit pendukung seperti sewa fasilitas dan pendidikan.


Dalam aspek inovasi dan digitalisasi, RSUD H. Moh. Ruslan mengembangkan sejumlah sistem terintegrasi, seperti: Emergency Button; Si Pasti (Sistem Informasi Pasien Terintegrasi); Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS); Smart Klaim.


“Digitalisasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Sistem yang terintegrasi mempercepat layanan dan meningkatkan akurasi,” jelasnya.


Selain itu, berbagai layanan unggulan dikembangkan sebagai center of excellence, di antaranya: Lombok IVF (Bayi Tabung); Cathlab Terintegrasi; Hyperbaric Chamber; PSC 119 & Homecare 24 jam; Poli Eksekutif; Rumah Duka One Stop Service; Kesehatan Penerbangan & Evakuasi Medis; Mobile Medical Check Up; hingga Paviliun Graha Mentaram.


Tak hanya layanan medis kuratif, inovasi sosial juga diperkuat melalui program seperti Pendekar Serasi (layanan stroke terintegrasi), Raja Harum (respon cepat serangan jantung), SEHATI (digitalisasi pengawasan limbah medis), hingga RATU PERMATA untuk penanggulangan TB.


RSUD H. Moh. Ruslan juga disebut memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kisaran 20–30 persen berasal dari aktivitas rumah sakit.


Selain itu, inovasi yang dikembangkan turut mengantarkan Kota Mataram meraih berbagai penghargaan, termasuk Innovative Government Award (IGA) dan pengakuan pelayanan publik terbaik dari Kementerian PAN-RB. “Kami ingin rumah sakit tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga motor inovasi daerah,” ujar Eka.


Dalam tata kelola internal, manajemen menerapkan sistem KPI berbasis kinerja, reward dan punishment, audit medis, serta penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.
“Tanpa tenaga medis yang kompeten dan berintegritas, sistem sehebat apa pun tidak akan berjalan,” tegasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Transformasi SMART RSUD #RSUD Ruslan #Mohan Roliskana #TOP BUMD Awards 2026 #NK Eka Nurhayati