LombokPost – Pemerintah Kelurahan Tanjung Karang, Sekerbela, Kota Mataram memperketat pengawasan kos-kosan selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban lingkungan dan mencegah aktivitas yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat.
Lurah Tanjung Karang Ahmad Gunawan menyebutkan, pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah kos-kosan elite di wilayahnya. Hasilnya, kondisi hunian mahasiswa tersebut dinilai cukup tertib dan terkelola baik karena masih dijaga pemilik maupun penjaga khusus.
“Sejauh ini kos-kosannya bersih dan ada penjaganya. Artinya tidak ditinggal begitu saja, masih ada induk semangnya yang bertanggung jawab,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Kos-kosan yang dipantau diketahui dihuni mayoritas mahasiswa luar daerah, khususnya dari fakultas kedokteran. Tarif sewanya pun tergolong tinggi, mencapai sekitar Rp 1,3 juta per bulan dengan fasilitas lengkap seperti AC dan televisi.
Meski demikian, kelurahan tetap mengingatkan pengelola agar membatasi aktivitas tamu selama Ramadan. Warga kos diminta lebih fokus beribadah dan mengurangi kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Kita imbau untuk mengurangi volume menerima tamu luar. Kalau menerima tamu, cukup di teras saja. Ini bulan puasa, waktunya maksimalkan ibadah,” tegasnya.
Selain itu, kelurahan juga mendorong penataan lingkungan kos. Salah satunya dengan penyediaan tempat sampah dan ruang duduk sederhana agar penghuni tidak berkumpul sembarangan di area sekitar.
Pengawasan kos di Tanjung Karang melibatkan tiga pilar kelurahan, yakni aparat kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Pemantauan juga didukung kepala lingkungan (kaling), RT, serta pecalang setempat.
“Saya turun bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan staf kelurahan. Semua kaling dan RT juga ikut,” katanya.
Gunawan memperkirakan jumlah kos-kosan di wilayahnya mencapai lebih dari seratus titik, dengan kapasitas bervariasi antara empat hingga dua puluh kamar per lokasi. Belum termasuk rumah kontrakan di kawasan BTN yang disewakan tahunan.
Dengan jumlah tersebut, kelurahan menilai pengawasan harus terus diperkuat. Namun hingga kini, kondisi kos-kosan relatif kondusif.
Pemeriksaan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan tenaga kesehatan juga tidak menemukan penyalahgunaan narkoba maupun kasus HIV/AIDS di lingkungan kos. “Alhamdulillah pernah kita cek bersama BNN dan tenaga kesehatan, tidak ada yang positif narkoba maupun HIV,” ujarnya.
Selama Ramadan, kelurahan berencana menggelar patroli rutin malam hari. Sasaran pengawasan meliputi aktivitas balap liar, judi, serta tempat minum tuak di sekitar wilayah Long Baloq dan sekitarnya.
Tempat hiburan tradisional juga diminta tutup lebih awal untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa. “Kita sudah rapatkan, selama Ramadan akan ada patroli rutin. Aktivitas yang tidak perlu seperti nyanyi-nyanyi atau kumpul malam kita kurangi. Kita ingin lingkungan tetap kondusif agar masyarakat bisa ibadah dengan tenang,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin