Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mataram, Kota Toleransi: Harmoni yang Hidup, Kebhinekaan yang Dikuatkan

Sanchia Vaneka • Rabu, 18 Maret 2026 | 15:33 WIB

 

Parade ogoh-ogoh di Mataram
Parade ogoh-ogoh di Mataram

 

LombokPost - Kota Mataram kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota toleransi melalui penyelenggaraan kegiatan budaya dan spiritual yang sarat makna
pada Rabu (18/3).

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan nilai-nilai seni, budaya, dan
spiritualitas yang memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Nusa
Tenggara Barat.

Kehadiran sejumlah tokoh penting turut memperkuat makna strategis kegiatan ini, diantaranya Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, beserta unsur Forum
Koordinasi Daerah (Forkopimda) NTB Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, serta
unsur Forkopimda Kota Mataram.

Kehadiran para pemimpin daerah dan unsur Forkopimda ini menjadi simbol nyata sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga
stabilitas, kerukunan, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi
atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa masyarakat NTB telah
menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama serta kemampuan menjaga
harmoni sosial.


“Saya merasakan keseriusan dan kesiapan kegiatan ini. Ini menjadi bukti bahwa
masyarakat NTB, khususnya di Kota Mataram, mampu menjaga toleransi dan
kebersamaan dengan sangat baik,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa kehidupan damai yang terbangun saat ini merupakan hasil dari proses panjang kebersamaan lintas agama dan budaya.


“Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat nasional dan internasional bahwa NTB
adalah daerah yang memahami makna toleransi, saling menjaga, dan saling
menghormati. Ini adalah kekuatan kita bersama,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Made Krisna Yuda Prasetya menyampaikan bahwa
kegiatan tahun ini diikuti oleh 105 peserta. Ia juga mengapresiasi dukungan dari
berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota, pemerintah Provinsi NTB,
para pemuda, serta seluruh masyarakat yang terlibat dengan semangat gotong royong,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud nyata kreativitas generasi muda yang memadukan seni budaya dengan nilai-nilai spiritual dalam satu kesatuan yang bermakna.

“Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama,” jelasnya.


Melalui kegiatan ini, Kota Mataram tidak hanya merayakan keberagaman, tetapi juga mempertegas komitmennya sebagai ruang hidup bersama yang inklusif, harmonis, dan
penuh semangat kebhinekaan.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#toleransi #Nyepi #hindu #ogoh ogoh #Mataram #tahun baru saka