Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah Perbatasan Kian Marak, Dugaan Pelaku Pembuangan Liar dari Luar Kota

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 18 Maret 2026 | 15:50 WIB

Haris Maulana
Haris Maulana

LombokPost – Persoalan sampah di wilayah perbatasan selatan Kota Mataram kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan maraknya pembuangan sampah liar di sejumlah titik, yang diduga tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari luar wilayah kota.


Anggota DPRD Kota Mataram Haris Maulana mengungkapkan, keresahan masyarakat terutama terjadi di kawasan Karang Genteng dan sekitarnya. Di lokasi tersebut, tumpukan sampah kerap muncul meski sebelumnya sudah dilakukan pembersihan.


“Ini menjadi keresahan warga. Dari hasil koordinasi kami dengan kepala lingkungan, ternyata bukan hanya warga kota yang membuang sampah di sana. Ada juga warga dari kawasan BTN di wilayah Lombok Barat yang membuang sampah ke pinggiran Kota Mataram,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini cukup memprihatinkan karena sebagian warga yang diduga membuang sampah tersebut tidak terdata sebagai pengguna layanan persampahan di Kota Mataram. Akibatnya, mereka memilih membuang sampah secara sembarangan di wilayah perbatasan.

“Ada yang tidak membayar iuran sampah di tempat tinggalnya, sehingga sampahnya dibuang ke wilayah kota. Ini yang kemudian menjadi persoalan bersama,” katanya.


Haris menjelaskan, titik pembuangan liar tersebut sempat dibersihkan oleh petugas. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menempatkan petugas untuk berjaga sebelum Ramadan. Namun, saat pengawasan tidak dilakukan secara intensif, aktivitas pembuangan sampah kembali terjadi.


“Awalnya itu sampah batok kelapa, kemudian setelah dibersihkan muncul lagi sampah rumah tangga. Bahkan ada kasur, plastik, dan berbagai jenis sampah lainnya. Artinya ini dilakukan berulang,” jelasnya.


Ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih konsisten, terutama di kawasan perbatasan yang rawan menjadi lokasi pembuangan liar. Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam menangani persoalan ini.


“Sebagai ibu kota provinsi, Mataram tentu menjadi pusat aktivitas masyarakat dari berbagai daerah. Karena itu, persoalan sampah ini tidak bisa dilihat semata sebagai masalah internal kota, tetapi juga perlu koordinasi dengan wilayah sekitar,” katanya.


Lebih lanjut, politisi Golkar ini berharap DLH dapat membawa langkah dan strategi yang lebih efektif, khususnya dalam penanganan sampah di wilayah perbatasan.


“Kita harapkan ada strategi yang lebih baik ke depan. Ini menjadi tantangan bersama, bagaimana penanganan sampah bisa lebih tertata, terutama di titik-titik rawan seperti di selatan kota,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat.

“Warga kita sudah ada sistem pengelolaan sampah dan membayar iuran. Kalau kemudian ada pihak luar yang membuang sampah sembarangan, ini tentu bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Masalah persampahan #Karang Genteng #Sampah Mataram #DPRD Kota Mataram #Pembuangan liar