Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Srikandi PP NTB “Manjakan” Lansia, Dari Sekolah Mandiri hingga Umrah Gratis  

Nurul Hidayati • Kamis, 19 Maret 2026 | 10:00 WIB

PEDULI LANSIA: Srikandi PP NTB tunjukan kepedulian kepada lansia yang ada di NTB.
PEDULI LANSIA: Srikandi PP NTB tunjukan kepedulian kepada lansia yang ada di NTB.

LombokPost – Kelompok lanjut usia (lansia) sering kali dianggap sebagai beban atau kelompok yang terpinggirkan.

Namun, stigma tersebut coba dikikis habis melalui kolaborasi apik antara DPW Srikandi Pemuda Pancasila (PP) NTB dengan Indonesia Ramah Lansia (IRL) NTB di Kelurahan Selagalas, Rabu (18/3).

Suasana haru pecah saat salah seorang warga lanjut usia di Lingkungan Jangkuk, Kelurahan Selagalas, terpilih mendapatkan undian umrah gratis dari Srikandi PP NTB.

Gebrakan ini dipuji langsung oleh Lurah Selagalas, Yusrin, yang menyebut kegiatan tersebut sebagai oase spiritual di bulan suci Ramadan.

"Ini apresiasi tinggi bagi kami. Kehadiran Srikandi PP memberikan harapan baru, terutama bagi warga kami di Sekolah Lansia. Selama ini lansia terkesan membebani, tapi lewat pendidikan ini, mereka dipompa untuk produktif dan mandiri tanpa harus selalu dibantu pihak lain," ujar Yusrin.

Saat ini, Sekolah Lansia di Lingkungan Jangkuk membina sekitar 100 orang.

Yusrin berharap, model pendidikan ini ke depannya bisa diperluas hingga mencakup level kelurahan di seluruh Mataram.

Direktur IRL NTB, Dr. Agus Supinganto, menekankan pentingnya konsep SMART (Sehat, Aktif, Mandiri, Produktif, dan Bermartabat) bagi para orang tua.

Menurutnya, stimulasi kognitif melalui interaksi sosial di sekolah lansia adalah kunci mencegah risiko demensia atau alzheimer.

"Lansia itu sering 'terlantar' secara psikologis; didiamkan atau dilarang ikut kegiatan karena dianggap sudah tua. Padahal, kita bisa hebat karena doa dan pengalaman mereka. Di negara maju seperti Taiwan atau Australia, lansia diberdayakan menjadi relawan rumah sakit atau bellboy. Kita ingin ke arah sana, menjadikan mereka duta yang menularkan pengalaman hidup," urai Dr. Agus.

Ketua DPW Srikandi PP NTB, Rezky Katohidar, menyatakan bahwa fokus organisasinya saat ini memang pada kesejahteraan sosial, perempuan, dan anak. Baginya, menyantuni lansia memiliki makna personal yang mendalam.

"Saya pribadi baru saja kehilangan kedua orang tua. Melihat kebahagiaan para lansia ini memberikan kepuasan batin yang luar biasa. Srikandi PP NTB tidak hanya ingin dikenal 'kuat', tapi juga memiliki solidaritas dan nilai kemanusiaan yang tinggi," ungkap Rezky.

Hingga kini, anggota Srikandi PP di wilayah Kota Mataram saja sudah mencapai 500 orang. Selain santunan dan umrah, organisasi ini rutin turun ke titik-titik minim edukasi untuk menggelar pengobatan gratis guna menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) yang kini mulai menyerang usia produktif.

Editor : Redaksi Lombok Post
#ramah #srikandi #Lansia #NTB