LombokPost - Konstruksi Gerbang Tembolak di jalur Lingkar Selatan dipastikan masih dalam kondisi aman hingga kini. Meski demikian, perawatan yang dilakukan masih terbatas pada pengecekan rutin dan belum menyentuh pemeliharaan struktural secara menyeluruh.
“Kalau rutin hanya pengecekan biasa saja,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning, Rabu (1/4).
Pengecekan tersebut, kata dia, lebih bersifat monitoring visual terhadap kondisi fisik bangunan. Terutama memastikan tidak ada kerusakan yang berpotensi mengganggu keamanan konstruksi.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi kerusakan pada elemen utama struktur. Baik pada rangka besi maupun sistem penopang.
Baca Juga: Arsenal Kena Mental! Piero Hincapie Tumbang, Daftar Pasien Mikel Arteta Makin Panjang
“Untuk besi dan konstruksi, belum ada yang mencurigakan untuk diperbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan desain awal konstruksi masih bekerja sesuai perencanaan. Gerbang yang dibangun dengan sistem modular dinilai memiliki kekuatan lebih karena setiap bagian rangka saling menopang.
“Masih, kan pakai modul. Bukan las atau baut saja, rangkanya saling support,” jelasnya.
Model konstruksi seperti ini membuat beban tidak bertumpu pada satu titik. Melainkan tersebar ke beberapa cabang rangka.
Baca Juga: WFH ASN, Bupati Pathul Jamin Pelayanan Publik di Lombok Tengah Tetap Gas Pol
Artinya, jika terjadi gangguan pada satu bagian, struktur tidak langsung kehilangan stabilitas secara keseluruhan. “Kalau satu bagian bermasalah, tidak langsung runtuh,” tegasnya.
Dari sisi material, ia menyebut rangka utama menggunakan besi pipa dengan standar industri. “Besi yang dipakai juga besi pipa medium A, jadi secara kualitas terjamin,” katanya.
Selain itu, proses finishing dilakukan melalui sistem fabrikasi. Termasuk pengecatan menggunakan standar cat otomotif.
Metode ini membuat lapisan pelindung lebih merata dan relatif lebih tahan terhadap cuaca dibanding pengecatan manual di lapangan. “Catnya menggunakan cat mobil dan sistemnya pabrikasi, bukan cat di tempat,” ujarnya.
Baca Juga: Viktor Gyokeres Jadi Pahlawan, Timnas Swedia Resmi Segel Tiket Piala Dunia 2026
Meski struktur dinilai masih kuat, kebutuhan perawatan tetap ada, terutama pada aspek estetika yang mulai mengalami penurunan kualitas. “Hanya kebersihan cat saja yang perlu kita servis,” katanya.
Namun, hingga saat ini belum ada rencana atau pengajuan anggaran pengecatan ulang secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan perawatan yang dilakukan masih bersifat reaktif, belum masuk tahap pemeliharaan berkala yang terencana.
“Tapi kami belum usulkan untuk pengecatan kembali,” tambahnya.
Di sisi lain, tanggung jawab pemeliharaan kini sepenuhnya berada di pemerintah daerah. Meski demikian, komunikasi dengan pihak penyedia atau vendor masih terus dilakukan sebagai bagian dari pengawasan teknis.
“Sudah jadi tanggungan kita, tapi kami sering komunikasi dengan vendor,” katanya.
Sebagai informasi gerbang yang terinspirasi dari pelapis tudung saji ini dibangun pada tahun 2017-2018. Era kepemimpinan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh (alm).
Artinya usianya telah mendekati 10 tahun atau satu Dasawarsa bangunan monumental itu berdiri. Namun karena letaknya persis di atas jalan raya tepatnya pintu masuk bypass BIL Kota Mataram aspek keamanan gerbang itu tetap harus yang utama.
Namun Lale menjamin Gerbang Tembolak masih berada dalam fase aman secara struktural. Bahkan, tanpa perbaikan besar dalam waktu dekat, konstruksi diyakini tetap dapat bertahan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kembalikan Marwah Regulasi, Satpol PP NTB Bedah Efektivitas Perda Bersanksi
“Insya Allah sampai saya pensiun, rangka ini masih berdiri kokoh,” tutupnya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin