LombokPost - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram kini tengah memacu proses administrasi untuk mengisi sejumlah jabatan strategis yang lowong, terutama di lingkup kelurahan. Targetnya, seluruh kekosongan jabatan camat dan lurah terisi secara definitif selambat-lambatnya pada akhir April 2026 ini.
“Pak Wali minta segera, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa kita selesaikan. Kita upayakan bulan ini bisa, mudah-mudahan akhir bulan sudah pelantikan,” ungkap Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono, Selasa (14/4).
Langkah cepat ini diambil guna memastikan roda pelayanan publik di tingkat garda terdepan tidak terhambat status pejabat yang masih bersifat sementara atau Pelaksana Tugas (Plt). Yang saat ini diisi oleh mantan pejabat yang lama.
Taufik menegaskan, proses penyusunan instrumen mutasi sedang dikebut. Pihaknya berupaya keras menjalankan instruksi Wali Kota yang menginginkan pengisian jabatan sesegera mungkin.
Berdasarkan pemutakhiran data BKPSDM per April 2026, tercatat ada enam posisi vital di tingkat kecamatan dan kelurahan yang belum memiliki pejabat definitif. Untuk level pimpinan kecamatan, kekosongan terjadi pada jabatan Camat Ampenan dan Camat Mataram.
Sementara itu, di level kelurahan, terdapat empat posisi lurah yang masih lowong. Di antaranya adalah Lurah Rembiga, Lurah Monjok, Lurah Pagesangan Timur, dan Lurah Pagutan.
“Untuk camat dan lurah sementara Plt dipegang mantan pejabat. Dan lurah di Plt oleh camat dan sekretarisnya sebagian,” jelasnya.
Taufik menjelaskan, kekosongan tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi pemerintahan. Sebagian besar disebabkan pejabat sebelumnya yang telah memasuki masa purnatugas (pensiun) serta adanya promosi jabatan ke eselon yang lebih tinggi.
“Seperti Camat Ampenan yang sekarang sudah promosi menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial. Begitu juga dengan jabatan Lurah Rembiga yang kosong karena pejabat lamanya sudah memasuki masa pensiun,” urainya.
Mengenai mekanisme pengisian, Taufik menjelaskan saat ini tim sedang menyusun konsep mutasi secara komprehensif. Dokumen tersebut nantinya akan diajukan terlebih dahulu kepada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Baca Juga: Sejumlah Dapur MBG di Mataram Ditutup, Gara-gara Cuma Dilengkapi Penangkap Lemak!
Setelah konsep tersebut matang dan mendapat restu dari Wali Kota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), langkah selanjutnya melakukan koordinasi dengan BKN. Hal ini sangat krusial mengingat setiap pergeseran pejabat harus melalui validasi teknis di BKN.
“Targetnya dua minggu ini bisa kelar untuk mutasi atau pengisian ini. Setelah mendapat persetujuan Pak Wali, baru kita ajukan ke BKN untuk meminta persetujuan teknis (Pertek),” jelasnya.
Ia memberikan penekanan khusus, jabatan camat dan lurah mendapatkan prioritas utama dalam gelombang mutasi kali ini. Mengingat fungsinya sebagai ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat, jabatan tersebut tidak boleh dibiarkan lowong terlalu lama dalam status Plt.
Namun, Taufik memastikan pelantikan nanti tidak hanya terbatas pada camat dan lurah. Agenda ini akan dibarengi dengan pengisian sejumlah jabatan eselon III lainnya serta penataan kembali jajaran pengawas sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Mataram.
“Nanti kita hitung lagi yang eselon tiga,” tandasnya. (chi/r9)