LombokPost — Kawasan depan Asrama Haji Mataram disterilkan dalam radius 100 meter ke kanan dan kiri dari pintu masuk. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas jemaah, khususnya saat proses keberangkatan.
“Tidak ada pedagang dan tidak ada parkir. Ini untuk memudahkan manuver bus jemaah,” ujar Camat Sekarbela Arief Satriawan, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, sterilisasi dilakukan untuk menghindari potensi penumpukan yang kerap terjadi di area tersebut. Terutama saat jemaah datang bersamaan dengan kendaraan besar.
“Bus yang digunakan cukup besar, jadi kita antisipasi agar tidak terjadi hambatan atau risiko di jalan,” katanya.
Selain faktor kendaraan, kebijakan ini juga bertujuan menjaga kelancaran pergerakan jemaah. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan di pintu masuk.
“Jemaah juga harus lancar keluar masuk. Kita khawatir kalau menumpuk bisa berdampak pada keterlambatan penerbangan,” jelasnya.
Meski demikian, aktivitas pedagang tetap diperbolehkan di luar radius yang telah ditentukan. “Setelah 100 meter, silakan berjualan. Yang kita sterilkan hanya di area inti,” tegasnya.
Pihak kecamatan juga menegaskan larangan penggunaan median jalan sebagai lokasi berjualan. Sementara trotoar masih diperbolehkan dengan pengaturan tertentu.
“Median jalan tidak boleh dipakai untuk berjualan. Itu harus steril,” tegasnya.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami berkolaborasi dengan polsek, polres, satpol PP, perhubungan, hingga linmas. Semua diturunkan untuk pengamanan,” katanya.
Langkah ini menjadi upaya awal menciptakan pola penataan yang lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana penumpukan sering terjadi di area terlarang. “Kita mulai dengan imbauan dulu, supaya masyarakat memahami dan bisa menyesuaikan,” pungkasnya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin