LombokPost — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram melakukan observasi intensif terhadap lima jemaah calon haji yang terdeteksi mengalami penurunan kondisi kesehatan tepat sebelum keberangkatan. Berdasarkan pemeriksaan tahap akhir, empat jemaah tercatat memiliki kadar gula darah tinggi, sementara satu orang lainnya menderita penyakit paru kronis (PPOK).
Langkah observasi ini dilakukan untuk memastikan para jemaah tersebut benar-benar dalam kondisi stabil dan layak untuk menempuh perjalanan udara menuju Tanah Suci.
Dampak Kelelahan Hari Keberangkatan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa kondisi medis tersebut ditemukan saat pemeriksaan kesehatan final. Padahal, pada pemeriksaan tahap satu dan dua sebelumnya, kelima jemaah tersebut dinyatakan memenuhi syarat.
“Faktor kelelahan pada hari keberangkatan sangat memengaruhi kondisi fisik. Ada empat jemaah yang gula darahnya naik signifikan, dan satu jemaah dengan penyakit paru kronis yang kemungkinan harus dirujuk ke RSUP NTB untuk penanganan lebih lanjut,” ujar dr. Emirald, Minggu (26/4).
Skema Rujukan dan Penilaian Kelayakan
Khusus untuk jemaah dengan gangguan paru, Dinkes mempertimbangkan rujukan medis guna mendapatkan perawatan intensif sebelum tim dokter memutuskan kelayakan keberangkatannya. “Kami pantau terus perkembangannya. Jika kondisi stabil, tentu tetap kita upayakan berangkat sesuai jadwal,” tambahnya.
Pengawalan Tiga Tahap dan Bantuan Administrasi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mataram, dr. Dewi Ayu Murniati, memaparkan bahwa pemeriksaan kesehatan jemaah dilakukan secara berlapis. Pemeriksaan tahap ketiga di asrama haji menjadi filter terakhir untuk menentukan status fit to fly (layak terbang).
Selain pemeriksaan medis, Dinkes juga membantu urusan teknis yang sering terlupakan oleh jemaah. “Seringkali jemaah lupa membawa kartu obat atau menyimpannya di koper besar. Kami langsung bantu cetakkan di lokasi agar proses di embarkasi tidak terhambat,” jelas dr. Dewi.
Baca Juga: Wali Kota Mohan Tegaskan Ritase Sampah Tak Boleh Berkurang Meski Harga Dexlite Melambung
Siagakan Ambulans dan Tim Puskesmas
Guna mengantisipasi kondisi darurat, Dinkes menyiagakan dua tim puskesmas lengkap dengan armada ambulans yang mengawal jemaah mulai dari Kantor Wali Kota hingga ke asrama haji. Satu tim bertugas mengawal rombongan, sementara satu tim lainnya bersiaga penuh di lokasi keberangkatan.
“Dukungan kesehatan seperti pemberian vitamin dan masker juga terus kami distribusikan. Kami optimistis, dengan pengawasan ketat ini, jemaah bisa berangkat dalam kondisi terbaik mereka,” pungkasnya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin