LombokPost — Setelah menunggu hampir setahun sejak pertama kali diusulkan, bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) akhirnya mulai dirasakan oleh Sanisah. Warga Lingkungan Karang Kuluh, Sayang-Sayang, Kota Mataram ini kini bisa tersenyum lega melihat rumahnya mulai disentuh perbaikan guna menjadi hunian yang lebih aman dan sehat.
Bagi Sanisah, bantuan ini adalah pengalaman pertama yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, mengingat ia sempat buta prosedur mengenai pengajuan bantuan sosial kepada pemerintah.
Peran Kepala Lingkungan dalam Birokrasi
Awal mula perbaikan ini berangkat dari inisiatif Kepala Lingkungan (Kaling) setempat yang mendata kondisi rumah Sanisah. Pertemuan tersebut menjadi pintu masuk bagi usulan perbaikan ke jalur legislatif.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ini pertama kalinya saya mendapat bantuan seperti ini. Dulu saya tidak tahu caranya mengusulkan, tapi melalui Pak Kaling akhirnya aspirasi ini bisa tersampaikan,” ujar Sanisah (26/4).
Alokasi Rp 50 Juta per Unit
Program bedah rumah ini merupakan realisasi aspirasi dari anggota DPRD Kota Mataram, Abd Rachman. Ketua Komisi III sekaligus Ketua DPC Gerindra Kota Mataram tersebut menjelaskan bahwa setiap unit rumah mendapatkan alokasi sekitar Rp 50 juta.
Target pengerjaan fisik berkisar antara satu hingga dua bulan, mencakup penguatan pondasi, struktur bangunan, hingga bagian atap agar layak huni secara teknis.
“Melalui dana aspirasi, kita perjuangkan kebutuhan dasar warga. Kami ingin memastikan masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman sesuai standar kesehatan,” tegas Rachman.
Baca Juga: Dinkes Mataram Observasi Khusus 5 Jemaah Haji: 4 Karena Gula Darah, 1 Penyakit Paru Kronis
Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan
Rachman mengakui bahwa harapan masyarakat sering kali lebih besar dari nilai bantuan yang tersedia. Namun, ia menekankan bahwa prioritas utama program ini adalah memastikan rumah tersebut tidak lagi bocor dan memiliki struktur yang kokoh untuk melindungi penghuninya.
“Wajar jika masyarakat berharap lebih, namun fokus kami adalah memastikan aspek fungsionalnya terpenuhi. Rumah harus aman, tidak bocor, dan nyaman ditempati sehingga mereka bisa lebih tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Melalui program ini, diharapkan angka Rumah Tidak Layak Huni di Kota Mataram dapat terus berkurang, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang manusiawi. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin