LombokPost — Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai prosesi pelepasan resmi 393 jemaah calon haji (JCH) asal Kota Mataram yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Lombok. Bertempat di Kantor Wali Kota Mataram, orang nomor satu di Mataram, Mohan Roliskana, melepas para tamu Allah tersebut untuk memulai perjalanan spiritual selama 40 hari ke depan.
Ibadah adalah Jawaban Doa
Dalam sambutannya, Mohan mengingatkan bahwa keberangkatan ini merupakan jawaban atas penantian dan doa yang panjang. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat sejak awal untuk semata-mata mencari rida Allah SWT, serta menanggalkan beban urusan duniawi selama berada di Tanah Suci.
“Perjalanan ke depan akan sangat intensif. Dibutuhkan semangat, motivasi, dan ketulusan. Lepaskan dulu urusan-urusan di sini agar hati Bapak dan Ibu bisa lega, gembira, dan khusyuk menjalankan setiap rangkaian rukun haji,” pesan Mohan, Minggu (26/4).
Jaga Kesalehan Sosial
Tak hanya soal hubungan dengan Tuhan, Wali Kota juga menitipkan pesan tentang kesalehan sosial. Ia meminta jemaah untuk saling menjaga lisan, perilaku, dan kebersamaan antaranggota kloter.
“Penting bagi kita untuk saling menjaga perasaan satu sama lain. Jaga kekompakan dan semangat persaudaraan agar tidak mengganggu kenyamanan sesama jemaah selama beribadah di sana,” imbuhnya.
Demografi Jemaah dan Pendampingan Khusus
Plt Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Haji dan Umroh Kota Mataram, Khairul Hadi, memaparkan komposisi Kloter 5 yang terdiri dari 387 jemaah reguler didampingi 6 orang petugas profesional. Tim pendamping meliputi ketua kloter, pembimbing ibadah (TPIH), serta tenaga medis (dokter dan perawat) yang diperkuat dua orang Petugas Haji Daerah (PHD).
Baca Juga: Dibantu Rachman Bedah Rumah, Warga Dasan Koloh Ini Bersyukur
Secara demografi, jemaah perempuan mendominasi dengan 215 orang, sementara laki-laki berjumlah 178 orang. “Rentang usia jemaah kali ini cukup lebar, mulai dari yang tertua berusia 87 tahun hingga yang termuda berusia 17 tahun,” jelas Khairul.
Atensi Tinggi bagi Jemaah Risti
Kakanwil juga memberikan perhatian serius pada 74 jemaah lansia (di atas 65 tahun) serta jemaah kategori risiko tinggi (risti). Tercatat ada 94 jemaah risti berat, 56 risti sedang, dan 101 risti ringan. Selain itu, 25 jemaah dipastikan menggunakan bantuan kursi roda.
“Kami telah memetakan data kesehatan ini agar pendampingan dapat dilakukan secara maksimal. Dengan pengawalan ketat dari tim kesehatan dan petugas kloter, kami berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkasnya. (chi/r9)
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post